Komisaris Semen Tonasa: “Saatnya Selesaikan Masalah, Bangkitkan Kepercayaan dan Penjualan”

Komisaris PT Semen Tonasa dr. Andi Nusawarta

PANGKEP — Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 PT Semen Tonasa, Komisaris dr. Andi Nusawarta menyampaikan harapan besar agar perusahaan tidak hanya merayakan, tetapi juga melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai persoalan yang selama ini membayangi hubungan dengan masyarakat.

“Tonasa ke depan harus selesai dengan persoalan debu, listrik, dan keluhan lainnya. HUT ini harus jadi awal komunikasi terbuka. Duduk bersama, bukan saling curiga,” tegasnya, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Bacaan Lainnya

Ia menyoroti pentingnya menghindari politisasi isu sosial perusahaan, termasuk demonstrasi yang kerap dipicu oleh rivalitas politik lokal. “Demo jangan dijadikan alat politik. Kalau masyarakat puas, tidak ada alasan lagi untuk demo,” ujarnya.

Komisaris yang juga aktif melobi pasar penjualan menekankan bahwa tantangan utama Semen Tonasa bukanlah sesama perusahaan dalam negeri, melainkan dominasi produk semen dari Tiongkok yang dijual dengan harga murah.

“Kita harus lawan ini. Daya beli masyarakat terhadap produk dalam negeri harus ditingkatkan. Semen Tonasa harus kembali berjaya,” pungkasnya.

Ia juga mengungkap strategi mendekati kepala daerah dan institusi di Indonesia Timur agar proyek-proyek besar diarahkan ke Tonasa, demi mendongkrak omset yang terus menurun.

Jalan Santai Simbol Kebersamaan

Di sisi lain, semangat kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat terlihat dalam kegiatan Funwalk (jalan santai) yang akan digelar Minggu, 19 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda paling dinanti oleh warga Pangkep dan sekitarnya. Sebagai bentuk inklusivitas, manajemen PT Semen Tonasa melibatkan 12 forum desa dan kelurahan ring 1 sebagai panitia pelaksana.

Koordinator Forum Desa, Zol Ahmad Haq, menyampaikan apresiasinya atas pelibatan aktif masyarakat. “Kami ikut merasakan euforia. Ini bentuk nyata kebersamaan antara manajemen dan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk dana TJSL, tapi juga program kerja yang menyentuh ekonomi dan sosial warga sekitar,” ujar Zol.

Kegiatan jalan santai ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi, sekaligus simbol bahwa perusahaan dan masyarakat bisa berjalan bersama dalam semangat kolaborasi, bukan konflik.(*)

Pos terkait