Sidrap Musnahkan Barang Bukti, Ratusan Gram Narkoba Dilindas Habis di Depan Pelajar SMK

Ist. Bupati Sidrap dalam pemusnahan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi

SIDRAP– Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menunjukkan tajinya. Senin, 3 Agustus 2026, ratusan gram narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi bersama berbagai barang bukti tindak pidana umum dilindas habis di halaman Kantor Kejari Sidrap.

Aksi pemusnahan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pesan keras: barang bukti bukan untuk disimpan, apalagi disalahgunakan, melainkan dimusnahkan sesuai putusan pengadilan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dikemas berbeda. Selain dihadiri Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati, dan unsur Forkopimda, Kejari juga sengaja menghadirkan puluhan pelajar SMK Negeri 1 Sidrap. Mereka diberi edukasi langsung tentang bahaya narkoba, menyaksikan bagaimana barang bukti narkotika benar-benar dimusnahkan di depan mata.

Kajari Sidrap, Adhy Kusumo Wibowo menegaskan, pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah resmi Kejari Sidrap tertanggal 28 Juli 2026. Barang bukti berasal dari 31 perkara tindak pidana umum periode April–Juli 2026, seluruhnya telah berkekuatan hukum tetap hingga tingkat Mahkamah Agung.

Barang bukti yang dimusnahkan:
– Sabu-sabu seberat 171,4689 gram
– Pil ekstasi 141 butir dengan berat 226,7264 gram
– 18 lembar pakaian
– 4 bilah senjata tajam
– 7 buah kondom
– 1 buah cangkul
– 4 buah bantal

Semua dirampas dan dimusnahkan sesuai amar putusan pengadilan. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi langkah Kejari yang melibatkan pelajar. Menurutnya, generasi muda harus dibentengi sejak dini agar tidak menjadi korban maupun pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengapresiasi Pak Kajari yang menghadirkan siswa SMK Negeri 1 Sidrap. Ini bentuk kepedulian agar anak-anak kita tidak mendekati narkoba dan memahami dampak buruknya sejak dini,” tegas Syaharuddin.

Ia menambahkan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Peningkatan kesejahteraan juga disebut sebagai faktor penting dalam menekan angka kriminalitas di Sidrap.

Dengan pemusnahan ini, bumi Nenemallomo, Sidrap ingin menegaskan citra daerah yang bersih dari narkoba, sekaligus memperkuat sinergi aparat dan masyarakat dalam melawan kejahatan.

Pos terkait