Di pesisir Kota Parepare, Sulawesi Selatan, sebuah gerakan kolaboratif tengah tumbuh dari akar rumput. UMKM Syahban, kelompok usaha perempuan binaan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, tak hanya mengolah ikan bandeng menjadi produk bernilai ekonomi mereka juga menjadikannya senjata melawan stunting.
Lewat produk seperti bandeng cabut duri, abon tulang ikan, dan bandeng presto tanpa pengawet, UMKM Syahban menyasar kebutuhan gizi keluarga, terutama anak-anak dan lansia. “Kami fokus pada kandungan kalsium dan protein. Tulang ikan pun kami olah jadi tepung kalsium untuk makanan tambahan,” ujar Tri Harianti, Ketua UMKM Syahban.
Produk mereka kini dipasarkan lintas daerah, baik online maupun lewat bazar komunitas. Harga pun dibuat terjangkau mulai Bandeng cabut duri (3 ekor): Rp25.000, Bandeng presto (2 ekor): Rp30.000 dan Abon tulang ikan kaya kalsium: Rp25.000
Sebelumnya dalam sebuah kegiatan, Ketua TP PKK Kota Parepare, dr. Andri Arfiah Tasming, menegaskan bahwa program penuntasan stunting ini menjadi momen strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. “Peran aktif PKK sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ini bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga perkembangan otak, kesehatan, dan produktivitas anak di masa depan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, TP PKK Parepare akan terus mendukung program pemerintah dan stakeholder seperti Pertamina melalui berbagai inisiatif, edukasi masyarakat, intervensi gizi, dan pemberdayaan komunitas. “Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memahami pentingnya gizi, dan tahu bahwa solusi bisa dimulai dari dapur sendiri,” tambah dr. Andri.
UMKM Syahban merupakan bagian dari program CSR Pertamina TBBM Parepare yang membina enam kelompok usaha lokal. Faizah Layla Rohmah, Development Officer Pertamina, menjelaskan bahwa pendekatan mereka mengusung prinsip zero waste. “Limbah ikan diolah kembali, sebagian untuk budidaya lele. Energi produksi pun beralih ke biogas, lebih murah dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Pertamina juga memberikan pelatihan usaha, sertifikasi halal, bantuan kemasan, dan promosi digital. Tujuannya bukan hanya menciptakan wirausaha mandiri, tapi juga membangun ekosistem usaha yang berkontribusi pada kesehatan dan keberlanjutan.
Sinergi antara UMKM, pemerintah, dan korporasi seperti Pertamina menunjukkan bahwa penanggulangan stunting bisa dilakukan secara holistik. Dari inovasi pangan lokal, edukasi gizi, hingga penguatan komunitas, Parepare sedang membangun model intervensi yang bisa direplikasi di daerah lain.
UMKM Syahban adalah bukti bahwa perempuan pesisir bisa menjadi garda depan perubahan. Dari tulang ikan menjadi tepung kalsium, dari dapur rumah menjadi solusi nasional mereka adalah pelopor generasi bebas stunting.(*)






