POLMAN,–Sejumlah warga dan orang tua siswa serta para guru – guru menyoroti kualitas pekerjaan pembangunan di SD 055 Bojoe Kecamatan Binuang yang dinilai tidak sesuai harapan. Proyek yang seharusnya meningkatkan fasilitas belajar tersebut justru menimbulkan dugaan kuat adanya pengerjaan yang dilakukan secara asal-asalan.
Ironisnya pekerjaan ruang kelas baru (RKB) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Polman itu menelan anggaran cukup fantastis yakni Rp 249.650.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) kabupaten Polman tahun 2025 dengan pelaksana pekerjaan CV Sulbar Maju Perkasa.
Berdasarkan pantauan dilapangan menunjukkan beberapa bagian pekerjaan tampak tidak rapi dan diduga tidak memenuhi standar teknis.Seperti rimbal terlihat bengkok diduga pembesianya menggunakan besi kecil sehingga tidak mampu menahan beban berat, belum lagi tiang penyangga bangunan itu,campuran di duga asal asalan.Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan bangunan serta efektivitas penggunaan anggaran yang dialokasikan.
Seorang warga yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa sejak awal proses pengerjaan, masyarakat sudah mencurigai adanya kejanggalan pada kualitas material dan metode kerja. “Kami hanya ingin pekerjaan ini dilakukan dengan baik, karena yang menggunakan fasilitas ini adalah anak-anak kami ,” ujar warga yang ditemui selasa 03 Desember 2025.
Sementara itu para guru-guru juga mengharapkan agar bangunan tersebut di kerjakan dengan baik agar ketika dimanfaatkan tak menimbulkan kekhawatiran dan rasa was-was.
“Kita berharap bangunan dikerjakan sesuai dengan spesifikasi bukan seperti itu yang disinyalir asal asalan.Berapa kali juga kami tegur agar pekerjaan diperbaiki campurannya di kasi sesuai,namun tukangnya tidak mengindahkan,” ujar para guru.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan serta transparansi penggunaan anggaran.
Dikonfirmasi terpisah, konsultan pengawas Muhammad Basri mengaku sudah mengecek pekerjaan tersebut dan berkoordinasi dengan pelaksananya.”Kami sudah respon laporan masyarakat itu dan langsung mengecek sekolah nya.”katanya.
Kasus ini menambah daftar sorotan publik terhadap mutu proyek pendidikan yang dianggap masih perlu mendapat pengawasan ketat, agar tidak merugikan para peserta didik yang mengandalkan fasilitas sekolah untuk menunjang proses belajar.(*)






