MAJENE- Untuk mengantisipasi kemungkinan tidak terpenuhi kebutuhan fiskal yang diperkirakan memuncak pada Maret 2026 lantaran hari raya Idhul Fitri 1447 Hijriyah, Bupati Majene DR. H. A. Achmad Syukri bersama unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Majene dan Kepala BKAD Kabupaten Majene beserta jajarannya melakukan rapat pembahasan Kredit Pemerintah Daerah bersama dengan Divisi Kredit Korporasi dan Komersil PT Bank Sulselbar di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Majene, H Kasman membenarkan hal itu.Kasman menuturkan bahwa pemerintah daerah lewat Bupati Majene tengah melakukan upaya kerja sama dengan pihak Bank Sulselbar di Makassar.
Dijelaskan, upaya ini dilakukan karena pada bulan Maret 2026 beban fiskal daerah akan bertambah dan tidak sebanding dengan dana transferan dari pusat ke daerah.
“Berarti, diperkirakan dana transferan yang akan masuk dari pusat sekitar Rp34 miliar. Sedangkan beban gaji ASN dan PPPK mencapai Rp29 miliar. Sementara pada bulan Maret kita akan membayarkan gaji dua kali yaitu gaji bulan Maret dan gaji 13,” beber Kasman.
Sehingga lanjutnya, ketersediaan uang Pemkab Majene tidak cukup dan masih kurang sekitar Rp24 miliar. Ini hari dicarikan solusinya.
“Nah, alhamdulillah dari pertemuan itu pihak PT Bank Sulselbar memberi respon dengan positif, ” tambah Kasman.
Dia melanjutkan, pada pertemuan tersebut juga merupakan silaturahmi dan sekaligus upaya mitigasi dan antisipasi pengelolaan kas Pemda pada bulan Maret untuk pembayaran gaji bulan Maret dan gaj THR ASN yang akan dibavarkan sebelum lebaran idul Fitri 1447 Hijriyah tahun ini. (Ahp)






