MAROS – Ketua baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maros, Wawan Mattaliu langsung memasang target besar usai menerima mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk memimpin partai selama lima tahun ke depan.
Tidak sekadar mempertahankan capaian politik yang telah diraih, Wawan menegaskan fokus utamanya adalah memperkuat fondasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Ia menargetkan seluruh struktur kepengurusan PKB Maros, termasuk tingkat ranting, telah terbentuk dan berjalan efektif paling lambat akhir 2026.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi yang diperoleh di parlemen, tetapi juga dari kokohnya jaringan organisasi yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung.
“Penguatan struktur menjadi pekerjaan pertama yang harus dituntaskan. Dengan organisasi yang solid hingga tingkat bawah, gerakan partai akan lebih terukur dan efektif,” kata Wawan, Kamis (11/06/2026).
Penetapan Wawan sebagai Ketua DPC PKB Maros dilakukan setelah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat, mulai dari Musyawarah Cabang hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di tingkat wilayah dan pusat. Dalam proses tersebut, ia bersaing bersama Havid S. Fasha dan Johansah Haruna.
Meski kompetisi internal telah usai, Wawan menegaskan seluruh kandidat tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan PKB Maros ke depan. Ia memastikan tidak ada sekat di antara kader pascapenetapan kepengurusan baru.
“Di PKB tidak ada yang ditinggalkan. Semua kandidat akan kembali dalam satu struktur perjuangan. Kita harus bergerak bersama untuk membesarkan partai,” tegasnya.
Wawan menilai kepemimpinan sebelumnya di bawah Havid S. Fasha telah meninggalkan fondasi organisasi yang kuat. Karena itu, ia berkomitmen melanjutkan berbagai capaian positif yang telah diraih sekaligus membawa PKB Maros menjadi ruang aspirasi yang lebih terbuka bagi masyarakat.
“Ini amanah sungguh-sungguh untuk melanjutkan hal-hal baik yang telah ditorehkan pengurus sebelumnya. Insya Allah, target menjadikan PKB sebagai instalasi gagasan masyarakat Maros dapat terwujud ke depan,” ujarnya.
Menurut Wawan, partai politik harus hadir bukan hanya saat momentum pemilu, melainkan menjadi wadah yang aktif menyerap persoalan masyarakat dan memperjuangkan solusi melalui jalur kebijakan maupun politik.
Menghadapi Pemilu 2029, PKB Maros mulai menyiapkan langkah jangka panjang dengan membuka rekrutmen lebih awal terhadap figur-figur potensial yang akan dipersiapkan sebagai calon legislatif.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses kaderisasi, pendidikan politik, dan penguatan kapasitas dapat berlangsung lebih matang sebelum memasuki tahapan kontestasi.
“Kami akan melakukan rekrutmen lebih awal terhadap figur-figur potensial agar proses kaderisasi dan pembinaan berjalan maksimal sebelum pemilu,” jelasnya.
Dalam lima tahun mendatang, PKB Maros juga menargetkan keterisian kader di seluruh daerah pemilihan serta menyiapkan sumber daya politik yang mampu bersaing pada berbagai level kontestasi, termasuk jabatan eksekutif.
Salah satu fokus kepemimpinan Wawan adalah memperluas keterlibatan generasi muda dalam struktur dan proses pengambilan keputusan partai.
Ia menilai kelompok milenial dan Generasi Z harus diberikan ruang yang lebih besar agar menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah sekaligus regenerasi kepemimpinan politik.
“PKB akan memberi porsi tersendiri bagi Gen Z dalam kepengurusan sehingga mereka menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah dan organisasi ke depannya,” ujarnya.
Menanggapi kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat, Wawan menilai tekanan akibat dinamika global telah dirasakan hingga ke tingkat daerah.
Karena itu, menurutnya, PKB harus mampu hadir sebagai ruang lahirnya gagasan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi jembatan antara kebutuhan publik dan kebijakan pemerintah.
“Hampir seluruh elemen masyarakat terdampak kondisi global. Dibutuhkan ruang-ruang ekonomi baru yang mampu tumbuh di semua lini. PKB harus hadir menyampaikan gagasan dan mengawal kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab politik kepada masyarakat, PKB Maros berencana melakukan evaluasi dan kajian setiap enam bulan terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di Kabupaten Maros.
Melalui langkah tersebut, partai diharapkan dapat menghadirkan rekomendasi dan pandangan yang konstruktif terhadap berbagai persoalan daerah.
“Kami ingin menghadirkan laporan dan pandangan terhadap isu-isu sentral di Kabupaten Maros sebagai bentuk tanggung jawab politik kepada masyarakat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Wawan mengajak seluruh kader, simpatisan, dan elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan Kabupaten Maros serta memperkuat peran PKB sebagai rumah perjuangan yang terbuka bagi semua kalangan.
“Kita harus merapatkan barisan untuk mengawal kemajuan Maros bersama. PKB adalah rumah perjuangan yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat yang sama. Kami juga mengundang seluruh potensi publik untuk bergabung dan mengisi struktur partai di semua tingkatan,” tandasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PKB Maros selama lima tahun ke depan serta berkomitmen menjadikan partai semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap kebutuhan daerah dan mampu menghadirkan politik yang produktif serta bermanfaat bagi publik.(*)






