SDN Bujung Tangaya: Potret Ironi Pendidikan di Bayang-Bayang Tonasa

Miris kondisi sekolah yang tak disentuh pemerintah

PANGKEP – Kondisi bangunan SD Negeri Bujung Tangaya, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, kini menjadi sorotan tajam. Dalam sebuah video berdurasi 34 detik, terlihat tembok retak, plafon jebol, dan dinding kusam yang seolah menunggu waktu untuk ambruk.

Ironisnya, sekolah ini berdiri di wilayah ring 1 PT Semen Tonasa, perusahaan BUMN terbesar di Indonesia Timur. Namun, alih-alih mendapat perhatian, bangunan sekolah justru dibiarkan lapuk dan tak pernah tersentuh perbaikan.

Bacaan Lainnya

“Saya miris liat bangunan sekolah, padahal aroma debu semen tiap hari terasa. Ini masuk area ring 1 PT Semen Tonasa,” ujar Rahayu, warga setempat, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia mendesak pemerintah dan Tonasa segera turun tangan. Rahayu menegaskan, kondisi sekolah sudah tidak layak lagi digunakan sebagai tempat belajar. Ia meminta perhatian serius dari Bupati Pangkep, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, hingga manajemen PT Semen Tonasa.

Menurutnya, sekolah tersebut sudah lama tidak tersentuh bantuan pembangunan. Tokoh pemuda Pangkep, Moh Hasan Hanaping, juga melontarkan kritik keras.

“Pemerintah punya tanggung jawab soal pendidikan, termasuk perusahaan sebesar PT Semen Tonasa. Jangan cuma mau mengeruk hasil buminya. Saya tadi dihubungi komisaris utama Tonasa mempertanyakan kondisi sekolah tersebut,” tegasnya.

Hasan menambahkan, anak-anak di wilayah daratan Pangkep berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang aman dan layak. “Jangan tunggu korban dulu. Pendidikan dasar adalah pondasi generasi pelanjut,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Pangkep. Namun, desakan warga dipastikan akan terus bergema, terutama di media sosial. Publik menunggu jawaban, apakah pemerintah dan Tonasa akan bergerak, atau tetap menutup mata terhadap sekolah yang nyaris roboh di ring 1?.(*)

 

 

Pos terkait