APBD Rp 60 Miliar, Realisasi Rp 4,5 Miliar: Korupsi Nanas Sulsel Meledak

Mantan Pj Gubernur Sulsel Ditahan Kejati

MAKASSAR – Drama korupsi pengadaan bibit nanas di lingkup Pemprov Sulsel akhirnya masuk babak baru. Kejaksaan Tinggi Sulsel resmi menahan lima tersangka pada Senin malam, 9 Maret 2026, usai pemeriksaan maraton seharian penuh.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang ikut digiring dengan rompi tahanan merah muda adalah mantan Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin (53). Empat nama lain yang turut ditahan yakni Hasan Sulaiman (51), tim pendamping Pj Gubernur), Rio Erlangga (40), Direktur PT CAP, Rimawaty Mansyur (55), Direktur PT AAN, dan Ririn Riyan Saputra Ajnur (35) ASN.

Kelimanya tampak digiring menuju mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, Kejati sudah mengeluarkan permintaan cegah ke luar negeri terhadap Bahtiar.

Kasus nanas ini bikin heboh karena anggaran jumbo Rp 60 miliar dari APBD 2024 diduga hanya terealisasi Rp 4,5 miliar di lapangan. Penyidik menduga ada markup harga hingga pengadaan fiktif.

Kajati Sulsel, Didik Farkhan Alisyahdi, menegaskan kasus ini berpotensi merugikan keuangan negara. Sejumlah lokasi strategis sudah digeledah, mulai dari kantor Dinas TPHBun Sulsel, BKAD, hingga rekanan swasta. Ratusan dokumen kontrak, bukti transaksi, dan perangkat elektronik disita sebagai barang bukti.

Penahanan ini menambah daftar panjang kasus korupsi proyek pengadaan di Sulsel. Publik menyoroti bagaimana proyek yang seharusnya mendukung petani justru berubah menjadi ladang bancakan anggaran. Kejati menegaskan akan menelusuri aliran dana hingga ke pihak-pihak yang diduga menikmati keuntungan dari proyek nanas tersebut.

Sumber internal menyebut, penyidik juga tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pemanggilan saksi tambahan dari lingkup Pemprov Sulsel. Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka akan bertambah jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain.

Kasus nanas Rp 60 miliar ini kini resmi menyeret mantan orang nomor satu di Sulsel. Publik menanti, apakah drama ini akan membuka tabir lebih besar soal mafia proyek di lingkup Pemprov? .(*)

 

Pos terkait