POLMAN,– Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dr. Aco Musaddad HM, memperkenalkan tujuh inovasi strategis yang dirancang sebagai fondasi percepatan pembangunan daerah. Program tersebut diharapkan menjadi pengungkit peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi desa.
Ketujuh inovasi tersebut disosialisasikan di hadapan seluruh camat dan kepala desa pada Rapat Koordinasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Terintegrasi Tahun 2027, yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Senin (29/6/2026).
Kegiatan dibuka oleh Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud dan difasilitasi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Polewali Mandar, Alimuddin.
Dalam pemaparannya, Dr. Aco Musaddad HM menjelaskan bahwa seluruh inovasi tersebut disusun sebagai satu ekosistem pembangunan yang saling terintegrasi untuk mewujudkan tiga prioritas pembangunan daerah, yakni Polman Sehat, Polman Cerdas, dan Polman Maju.
“Pembangunan tidak lagi berpusat di perkotaan, tetapi dimulai dari desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Ketujuh inovasi ini saling menguatkan agar pembangunan berlangsung lebih cepat, merata, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Tujuh Inovasi Strategis Polewali Mandar
1. Polman Sehat
SIGAP 1000 (Sinergi Gerakan Pengawalan 1000 Hari Pertama Kehidupan)
Gerakan terpadu di tingkat desa dan kelurahan untuk mengawal kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun sebagai upaya percepatan penurunan stunting.
Mobile Klinik
Layanan kesehatan bergerak yang memberikan pelayanan ibu dan anak hingga ke wilayah terpencil dan sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
2.Polman cerdas
School Come to Clinic
Program pelayanan kesehatan fisik dan mental bagi peserta didik yang dilaksanakan secara langsung di lingkungan sekolah guna menciptakan proses belajar yang sehat dan optimal.
Gelora Polewali (Gerakan Sekolah Unggulan Berskala Nasional di Polewali Mandar)
Program peningkatan mutu pendidikan melalui standardisasi sekolah agar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di tingkat nasional.
3. Polman Maju
Kedai Gizi Banua (Kelola Budidaya Ikan dan Sayur Mandiri)
Gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya ikan dan sayuran sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, sekaligus menambah pendapatan rumah tangga.
Malaqbiq Industrial Desa
Program hilirisasi komoditas unggulan desa seperti kakao, kelapa, dan kopi melalui pengembangan kawasan industri berbasis potensi lokal sehingga menghasilkan produk bernilai tambah.
Sipamandaq Kreasi
Program pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan pemuda dan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius serta budaya Mandar sebagai identitas daerah.
Menurut Dr. Aco Musaddad HM, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kecamatan, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara biasa untuk melompat maju. Ketujuh inovasi ini merupakan satu kesatuan ekosistem pembangunan. Ketika desa sehat, cerdas, dan mandiri secara ekonomi, maka Kabupaten Polewali Mandar akan tumbuh menjadi daerah yang semakin kuat dan berdaya saing,” tegasnya.
Penyampaian tujuh inovasi strategis dalam Rakor Musrenbang Terintegrasi Tahun 2027 menjadi langkah awal untuk menyatukan komitmen perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program lintas sektor sejak dini.
Melalui inovasi-inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan komitmennya membangun daerah dari desa, sekaligus memperkuat posisi Polewali Mandar sebagai salah satu daerah yang mengembangkan model pembangunan terintegrasi berbasis kesehatan, pendidikan, dan hilirisasi ekonomi masyarakat.(*)






