Upskilling SPBU: Operator dan Pengawas SPBU Parepare ‘Disetrum’ Ilmu Baru

Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar III Fuel Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ridho Hasbullah saat memberikan sosialisasi kepada para operator SPBU

PAREPARE– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Parepare melaksanakan kegiatan upskilling bagi operator SPBU wilayah Fuel III Sulselbar. Agenda ini digelar pada Rabu, 1 Juli 2026, di Aula Pertemuan Lagota Cafe, Parepare, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang menjadi garda terdepan pelayanan energi.

Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar III Fuel Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ridho Hasbullah, menuturkan bahwa pelatihan ini rutin dilakukan untuk memastikan operator SPBU selalu mendapatkan penyegaran pengetahuan.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin operator selalu update terhadap regulasi terbaru, memahami cara menangani komplain konsumen secara profesional, serta mampu menanggapi keluhan dengan solusi yang tepat. Selain itu, kami juga menekankan aspek HSSE keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja agar setiap operator dapat menjalankan tugas dengan aman, nyaman, dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ridho menambahkan, output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas pelayanan di SPBU. Operator tidak hanya dituntut melayani dengan ramah dan cepat, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan penting bahwa keselamatan adalah prioritas utama, baik bagi konsumen maupun bagi diri mereka sendiri. Ia juga menegaskan pentingnya penerapan sistem verifikasi QR Code Subsidi Tepat.

“Setiap transaksi wajib diverifikasi kesesuaiannya antara kendaraan yang datang dengan data QR Code yang tertera pada aplikasi Pertamina. Langkah ini bukan sekadar prosedur, melainkan mekanisme pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Jika tidak sesuai, maka berpotensi menimbulkan pelanggaran yang merugikan konsumen lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Parepare, H. Ibrahim Mukti, menegaskan bahwa kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran pengawas SPBU. Menurutnya, pengawas tidak boleh sekadar menjadi penonton, melainkan harus aktif memastikan kualitas dan kuantitas layanan benar-benar terjaga.

“Melalui kekegiatan yang diikuti puluhan operator dan pengawas SPBU ini, kami berharap kemampuan para pengawas SPBU semakin terasah dalam menjamin kualitas dan kuantitas layanan kepada konsumen. Pengawas harus mampu memastikan bahwa setiap liter BBM yang disalurkan sesuai aturan, tidak ada manipulasi, dan tidak ada konsumen yang dirugikan,” tegas Ibrahim.

Ia menambahkan, pengawas SPBU dituntut lebih tanggap terhadap dinamika lapangan, termasuk menghadapi keluhan konsumen maupun potensi pelanggaran distribusi BBM bersubsidi. Dengan bekal pelatihan ini, pengawas diharapkan mampu memberikan arahan yang jelas kepada operator, sekaligus menjadi penghubung yang efektif antara kebijakan Pertamina dengan realitas pelayanan di lapangan.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Operator dan pengawas harus sama-sama memahami bahwa menjaga keamanan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk konsumen dan lingkungan sekitar SPBU,” tambahnya.

Dengan sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas, kegiatan upskilling ini diharapkan mampu melahirkan operator dan pengawas SPBU yang lebih profesional, disiplin, dan berintegritas. Hasil akhirnya adalah pelayanan yang lebih berkualitas, distribusi BBM yang lebih transparan, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem energi bersubsidi yang dijalankan secara tepat sasaran.

Pos terkait