KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — Pelaksanaan Festival Salo Karajae (FSK) yang digelar di kawasan Tonrangeng River Side Kota Parepare, berjalan dengan sukses. Namun, dibalik kesuksesan acara tahunan tersebut, menyisahkan kekecewaan terhadap para pengusaha muda lokal yang mendirikan stand di area tersebut.
Salah seorang pengusaha, Rayes mengaku, tidak diberi akses yang cukup luas dalam kegiatan, yang mestinya menjadi ajang promosi usaha khususnya bagi pengusaha muda yang ada di Parepare. Bahkan selama sepekan pelaksanaan festival, justru didominasi pengusaha luar.
“Sangat sedikit pengusaha lokal yang dilibatkan. Tidak ada open recruitment. Selain biaya sewa yang tidak pro terhadap pemberdayaan pengusaha muda, kami memang tidak pernah diajak,” katanya, Kamis 3 Oktober 2019.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, tidak terlalu merespon hal tersebut. Bahkan saat dikonfirmasi, dirinya berpikir akan diberitakan miring, seolah ogah untuk dikritik. “Adakah berita miring, saya tau ji awal mulanya ini pertanyaan,” ujarnya melalui pesan.
Bahkan, menurut mantan Kabag Humas Pemkot ini, setiap Pemerintah Kota mengadakan acara yang sukses beberapa orang selalu mencari kesalahan. “Saya tau ji dek, setiap ada acara pemkot yang sukses, selalu saja ada yang tidak suka,” tuturnya.(mat/ade)






