KILASSULAWESI.COM, PAREPARE– Komunitas Rumah Belajar Cinta Damai (RBCD) melakukan pembinaan kepada 15 anak jalanan dan putus sekolah di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di pelataran Gazebo RBCD, Kota Parepare.
Salah satu volunteer RBCD, Risal, mengatakan, pihaknya mengajarkan berbagai hal kepada anak-anak putus sekolah tersebut agar dapat berkarya. “Kami ajarkan perilaku hidup sehat, permainan menggugah kebersamaan, kerja sama, hitung-menghitung, serta kedisiplinan,” kata Risal, beberapa waktu lalu.
Anak jalanan tersebut, kata Risal, memiliki berbagai macam latar belakang yang berbeda-beda. “Mereka ada yang penjual kacang, stiker, kerupuk, dan diantara mereka ada juga yang ngamen,” kata ASN Puskesmas Mario Na Madising itu.
Lanjutnya, program pembinaan tesebut dilakukan setiap hari sabtu dan minggu dengan menjemput anak-anak jalanan tersebut di depan KFC kota Parepare. “Kami antar jemput mereka dengan mobil pete-pete (angkutan kota), biayanya 50 ribu pulang-pergi,” terangnya.
Saat ditanya, salah seorang anak jalanan menceritakan seluk-beluk kehidupannya. “Delapan ka bersaudara kak. Saya anak ketujuh, itu adek ku, sembari mengarahkan tangannya ke arah anak yang sibuk bermain bola voli. Meninggal tiga kakakku, jadi sisa 5 orang ka. Sementara bapakku ada di penjara kak,” ceritanya.
Saat dikonfirmasi via WA, Direktur RBCD, Asniar Khumas, menuturkan, pihaknya juga sedang merintis program ‘sociopreneur’ bagi ibu anak-anak jalanan tersebut. Tujuannya, kata dia, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami sedang merintis usaha kue yang dibuat oleh ibu-ibu anak jalanan yang sudah terlatih. Kue tersebut akan dijual dan hasilnya untuk membantu mereka mandiri dan juga dapat digunakan untuk mendanai kegiatan belajar anak-anaknya,” beber Asniar yang juga Dosen Psikologi UNM.
Perlu diketahui, RBCD digagas pertama kali oleh HM Khutbah Tjondeng dan merupakan komunitas sosial dan pendidikan yang dibentuk pada tanggal 1 Oktober 2017 di Kota Parepare.(mg2)






