Kasus Covid-19 Pertama di Maros, Camat Turikale Imbau Warga di Rumah Saja

KILASSULAWESI.COM, MAROS – Pemerintah Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros tidak hentinya mengimbau kepada masyarakatnya untuk mengikuti arahan pemerintah dalam memutuskan matarantai penyebaran virus korona atau Covid-19 yang sudah masuk di Kabupaten Maros.

Pelbagai cara sudah dilakukan pihak Kecamatan Turikale dalam ikut menangani penyebaran virus korona mulai dari ratusan digital post yang disebarkan melalui media sosial hingga turun langsung ke lapangan bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kecamatan Turikale diantaranya Koramil 1422-01 dan Kepolisian Sektor Turikale bersmaa Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Turikale.

Bacaan Lainnya

Camat Turikale, Andi Zulkifli R.A, meminta dengan sangat kepada seluruh warganya untuk memerhatikan sejumlah imbauan pemerintah dalam penaganan penyebaran korona.

“Kita sudah mendengarkan kabar secara bersama dimana, Kabupaten Maros sudah terdapat satu warga yang dinyatakan positif terpapar korona, kita pastinya tidak mau jika hal itu juga terjadi kepada warga Turikale, maka dari itu, ayo kita secara bersama untuk tetap sementara waktu berada di rumah saja untuk memutuskan matarantai penyeberan virus ini,” ungkapnya, Sabtu 28 Maret 2020.

Tidak hanya itu saja, mantan Camat Maros Baru itu juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas darurat pencegahan penularan korona yang ditempatkan di sejumlah area publik dimana bantuan tersebut bersumber dari swadaya sendiri, bantuan Anggota DPRD Sulsel, A. M. Irfan AB dan DPRD Maros, Chaidir Syam.

“Bukan hanya sosialisasi pencegahan, alhamdulillah kita juga sedah menempatkan fasilitas darurat pencegahan penyebaran korona seperti Tempat Cuci Tangan, Hand Sanitizer di sejumlah area publik Pasar dan pusat perkantoran yang disiapkan kepada warga yang keluar rumah untuk kepentingan mendesak,” jelas Andi Riris, sapaan akrab Andi Zulkifli.

Andi Riris melanjutkan, jika pihaknyapun juga telah berkoordinasi dengan PKM Turikale terkait laporan masyarakat yang mengalami gejala awal korona sambil terus mendeteksi seluruh warganya yang telah bepergian ke wilayah yang sudah terpapar korona terlebih dahulu.

“Semua Lurah saya sudah sampaikan unutuk mendeteksi seluruh warganya yang baru datang dari luar negeri, tekhusus area Epidemi, termasuk yang telah menjalani ibadah umrah terhitung sejak 15 Maret lalu, dan langsung berkonsultasi kepada pihak kesehatan dan melakukan phyisical distancing,” ungkapnya.

“Warga juga kita imbau untuk tidak panik dan tidak juga menganggap remeh wabah ini, sudah banyak informasi yang sudah sepatutnya kita laksanakan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga,” tambahnya.(tip)

Pos terkait