KILASSULAWESI.COM, MAROS – Legislator Provinsi Sulawesi Selatan asal Maros, Andi Muhammad Irfan AB, menemui langsung Bupati Maros, Hatta Rahman untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat soal langkah-langkah penanganan virus korona, Kamis, 24 Maret 2020.
Bupati Maros, Hatta Rahman, langsung melaporkan progres yang sudah dilaksanakan Pemerintah Daerah (Pemda) Maros dalam percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Maros, seperti membentuk gugus tugas penanganan korona. “Alhamdulillah, pak Bupati telah mengalokasikan Rp6 miliar untuk penanganan korona di Kabupaten Maros,” ujar Andi Muhammad Irfan Ab yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulsel usai bertemu Bupati Maros.
Pemkab juga telah memesan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Jumlahnya 400 paket namun baru tersedia 20 paket karena kelangkaan di pasaran. Hatta juga melaporkan bahwa pihaknya sudah meliburkan sekolah dan beberapa tempat umum. Termasuk pusat kuliner PTB, warkop-warkop.
Grand Mall juga mulai tutup besok, Rabu, 25 Maret 2020. Pegawai yang tetap harus masuk kantor juga diminta memenuhi standar kebersihan diri. Termasuk mesti berjemur dahulu 15 menit sebelum masuk ruangan.
Gugus pun sudah menggelar penyemprotan disinfektan di berbagai titik keramaian yang dianggap mendesak untuk sterilisasi. “Gugus juga melakukan langkah-langkah proaktif terhadap seluruh warga yang baru datang bepergian dari luar Maros. Misalnya dari Jakarta kurang lebih 14 hari yang lalu,” ucap Hatta.
Semua jemaah umrah yang tiba di Maros paling lambat 13 Maret lalu juga diklaim diperiksa semua. Saat ini ada 18 ODP (orang dalam pemantauan) di Maros. Kemudian PDP (pasien dalam pengawasan) ada tiga, tetapi dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Irfan yang merupakan politikus PAN mengapresiasi semua langkah Pemkab Maros. Dia berharap penanganan semakin masif dan terarah. Agar penyebaran virus corona bisa benar-benar diredam. (tip)






