Petani Merugi, Distanpan Polman: Koordinasi ke BPBD

KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Kerugian petani akibat ratusan hektare areal persawahan milik mereka terendam banjir di Kecamatan Matakali, hingga mengakibatkan tanaman padi mati. Disikapi pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polman., dengan menyarankan para petani untuk berkordinasi dengan pemerintah setempat, baik ke pihak Kepala Desa dan Kecamatan.

Kepala Distanpan Polman, H Hassani mengatakan, untuk petani yang merugi akibat bencana alam dari dulu sudah disarankan untuk masuk Program Asuransi Pertanian. “Jadi kalau ada bencana seperti ini, petani bisa mengklaim kerugiannya. Petugas asuransi akan turun mendata berapa kerugian petani tersebut, untuk kemudian di asuransikan.

Bacaan Lainnya

Namun kalau petani itu tidak memiliki kartu asuransi, maka disarankan untuk melaporkan ke Pemerintah Desa atau Kecamatan agar ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk bisa dicarikan solusi,”kata H Hassani, kemarin. Hasani mengigatkan para petani agar kalau ada kejadian seperti itu, untuk segera melaporkan masalahnya ke Pemerintah Desa atau Kecamatan biar diteruskan ke BPDB.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Binuang yang melaporkan bencana yang menimpa para petani diwilayahnya. “Itu saran kita, namun tidak bisa dipastikan apakah BPBD bisa membantu, tapi tidak ada salahnya dicoba. Sebab kalau Distanpan tidak punya dana talangan untuk itu. Namun secara vertikal, kita juga laporkan kondisi dan nasib petani yang landa musibah banjir,”singkatnya.(win)

Pos terkait