Program RPL Manajemen dan Hukum di Institut Andi Sapada Type A, Andi Lukman: Kampus Kesembilan di Sultan Batara

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara, Dr Andi Lukman MSi menyerahkan sertifikat atas dua program studi RTL kepada Rektor Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada, DR H Bakhtiar Tijjang SE MM, Jumat, 2 Juli 2023, malam tadi.

PAREPARE, KILASSULAWESI– Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada telah resmi menyelenggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk dua Program Studi, Manajemen dan Hukum.

Hal itu ditandai dengan penyerahan sertifikat oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara, Dr Andi Lukman MSi kepada Rektor Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada, DR H Bakhtiar Tijjang SE MM, Jumat, 2 Juni 2023, malam tadi.

Bacaan Lainnya

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Andi Lukman menuturkan, capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi civitas akademika Institut Andi Sapada karena menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengembangan indeks manusia dalam dunia pendidikan.

Program RPL yang diselenggarakan oleh Institut Andi Sapada telah disesuaikan dengan Permenristekdikti No.26 Tahun 2016, yang mengacu pada landasan hukum Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003.
RPL memiliki peran penting dalam keberlangsungan Dunia Pendidikan di Indonesia, sebagai dasar untuk melanjutkan Pendidikan Formal dan melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu.

“Kita berharap RPL dapat dilakukan dengan baik, buat tim yang kuat agar asessment harus kuat. Dan Pemerintah Kota Parepare harus berterima kasih dengan upaya yang dilakukan Institut Andi Sapada,”ujarnya.

Lebih lanjut, usai penyerahan dua sertifikat program RTL tersebut. Andi Lukman menjelaskan, dengan adanya program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang mempunyai pengalaman kerja baik itu untuk program S1 maupun S2.

“Misalnya, ada ASN Pemerintah Daerah yang tamatan SMA mau meningkatkan pendidikannya tapi sudah memiliki pengalaman tinggi sesuai masa kerjanya dengan bukti yang ada. Itu bisa direvisi dengan berapa satuan kredit semester (SKS), bahkan bisa pengalaman itu menjadi 100 SKS. Artinya sisa menempuh 40 SKS lagi. Bahkan bisa saja langsung skripsi, berdasarkan asesment dan pengalaman,”jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini baru ada 9 perguruan tinggi dari 246 perguruann tinggi yang melaksanakan program RTL di Sultan Batara dan 113 perguruan tinggi di Sulsel. “Dua diantaranya ada di wilayah Ajatappateng yakni prodi kesehatan di Sidrap dan Institut Andi Sapada untuk pendidikan manajemen dan hukum. Artinya ada 8 di Sulsel dan 1 di Sulawesi Tenggara,”tutupnya.

Rektor Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada, Bakhtiar Tijjang menuturkan, untuk program RTL program studi manajemen dan hukum akan mulai dibuka mulai semester ini. “Akan dimulai bulan September, sama dengan proses penerima mahasiswa baru. Akan tetapi penerimaannya RPL akan kita mulai Senin lusa, dan pelaksanaan kuliahnya tetap sama dengan mahasiswa baru,”ujarnya.

Terkait persyaratan, masa kuliah untuk program RTL sampai semester 6, dan tetap setahun pelaksanaan kuliahnya. Dan mahasiswa wajib mengikuti semua mata kuliah ujian, kemudian kuliah kerja nyata (KKN) dan skripsi.

“Jadi sebenarnya program RTL identik dengan mahasiswa pindahan. Cuma biasanya mahasiswa pindahan itu ada mata kuliahnya dari perguruan tinggi lain yang disetarakan dengan mata kuliah disini. Sedangkan program RTL disini, pengalaman kerjanya yang disamakan dengan mata kuliah yang kita laksanakan,”jelasnya.

Institut Andi Sapada menjadi satu-satunya program RTL untuk mata kuliah manajemen dan hukum di wilayah Ajatappareng, lanjut Bakhtiar Tijjang, sangat berterima kasih dengan pemerintah atas amanah yang diberikan. Ini tak lepas dari hasil kerja yang lebih baik, akreditasi dan sistim penjaminan mutu harus telaten. Sehingga diberikan kepercayaan sehingga kita akan terus berupaya pula memperbaiki kualitas.

Saat ini jumlah pendidik di Institut Andi Sapada sebanyak 84 dengan membina kurang lebih 2000 mahasiswa. “Untuk jam mata kuliah pada program RTL akan diatur, dengan melihat kondisi mahasiswa itu sendiri. Tidak ada target untuk penerimaan ini, akan tetapi kita menyiapkan 3 kelas untuk mata kuliah hukum dan manajemen sampai 5 kelas,”tutupnya.(*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *