Haris Yasin Limpo dan Irawan Abadi Ajukan Duplik di Sidang Tipikor Rp 20,3 Miliar PDAM Makassar

MAKASSAR, KILASSULAWESI– Dua terdakwa Haris Yasin Limpo dan Irawan Abadi serahkan duplik atau jawaban atas replik yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel dalam persidangan kasus Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana PDAM Kota Makassar untuk Pembayaran Tamtiem dan Bonus/Jasa Produksi Tahun 2017- 2019.

Duplik diserahkan penasihat hukum terdakwa, Senin, 28 Agustus 2023 di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas I Makassar. Ketua Majelis Hakim membuka sidang dengan agenda sidang pembacaan duplik oleh terdakwa atau penasihat hukum terdakwa. Kasipenkum Kejati Sulsel, Soetarmi SH MH membeberkan hal itu dalam rilis resminya malam ini

Penuntut Umum, kata Soetarmi, mendawakan dan menuntut terdakwa Ir H Haris Yasin Limpo MM (HYL) dan terdakwa Irawan Abadi, SS, M.Si telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar.

Hal itu, untuk Pembayaran Tantiem Dan Bonus/Jasa Produksi Tahun 2017 Sampai Dengan Tahun 2019 Dan Premi Asuransi Dwiguna Jabatan Walikota Dan Wakil Walikota Tahun 2016 Sampai Dengan Tahun 2019.

JPU memberikan dakwaan Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang RI Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.

Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP, Subsidiair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Perbuatan para terdakwa yang telah menginisiasi penggunaan Dana PDAM Kota Makassar mengakibatkan kerugian keuangan daerah kota Makassar khususnya PDAM kota Makassar dengan nilai total sebesar Rp 20,3 miliar lebih. Majelis Hakim mengagendakan sidang selanjutnya dijadwalkan, Selasa, 5 September 2023 dengan agenda sidang yaitu Putusan.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *