Wali Kota Parepare Beri Sanksi Tegas ke Mantan Sekda Jelang Akhir Masa Jabatan

Wali Kota Parepare didampingi Wakil Walikota Parepare bersama mantan Sekda Parepare, Iwan A Saad saat masih aktif

PAREPARE, KILASSULAWESI– Wali Kota Parepare, Taufan Pawe menerbitkan keputusan tegas jelang akhir masa jabatannya terkait masalah sanksi disiplin bagi ASN. Korbannya tak lain adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Iwan Asaad yang dicopot dari jabatannya beberapa bulan lalu.

Terungkap jika alumni STPDN itu memperoleh sanksi berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama setahun. Beberapa warga pun menilai jika itu dilakukan untuk menunjukan ketegasannya kepada ASN agar betul-betul melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya
Salinan surat keputusan

Terungkapnya pemberian sanksi tegas itu terungkap dari selebaran yang berisi keputusan Wali Kota Parepare Nomor 798 Tahun 2023 disejumlah group WhatsApp, Kamis, 26 Oktober 2023, malam ini.

Dalam selebaran itu dijelaskan keputusan diambil dengan memperhatikan surat tugas Wali Kota Parepare tentang Tim Pemeriksa Pelanggaran Disiplin Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemkot Parepare Nomor 800/964/bkpsdmd tanggal 15 Agustus 2023. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Nomor 800/1364/LHP/IX/BKPSDMD tanggal 13 Oktober 2023 yang dilakukan tim pemeriksa tingkat Kota Parepare.

Surat keputusan pertanggal 20 Oktober 2023 yang ditandatangani Wali Kota Parepare, Taufan Pawe. Dimana isi dari keputusan Wali Kota tentang penjatuhan hukuman disiplin aparatur sipil negara berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun kepada pegawai negeri sipil H Iwan Asaad AP MSi.

Penetapan sanksi tersebut dikarenakan yang bersangkutan telah melanggar kewajiban pada pasal 3 huruf F peraturan pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS. Penjatuhan hukuman dari semula pangkat Pembina Utama Madya Golongan Ruang IV/d diturunkan menjadi Pembinan Utama Muda Golongan Ruang IV/c terhitung setahun setelah ditetapkan. Sanksi tersebut juga akan mengakibatkan gaji pokok disesuaikan dengan pangkat golongan IV/c.

Menyikapi putusan itu, Iwan Asaad yang hendak dihubungi Kilassulawesi.com tak mengangkat deringan selulernya, maupun membalas melalui WhatsApp pribadinya.

Sanksi Kepegawaian

Dari data yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, sanksi kepegawaian merupakan sanksi administrasi yang berupa hukuman disiplin diperuntukan bagi PNS yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan disiplin PNS.

Adapun beberapa jenis sanksi bagi PNS, di antaranya sanksi pidana, sanksi perdata, dan sanksi administrasi. Hukuman disiplin bagi PNS dibagi sesuai dengan tingkatan dan jenis pelanggaran yang dilakukan, serta pangkat atau jabatan yang dimiliki.

Hukuman disiplin tingkat ringan dibagi dalam 3 jenis hukuman, yaitu teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas. Hukuman disiplin tingkat sedang dibagi dalam 3 jenis, yaitu penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun. Dan hukuman disiplin tingkat berat yang dibagi dalam 5 jenis hukuman disiplin terdiri dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun.

Serta pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan,  pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. (*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *