2,27 % Jadikan Sulbar Daerah Terendah Pengangguran di Indonesia

JAKARTA, KILASSULAWESI– Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional pada Agustus 2023 mencapai 5,32%. Angka ini turun 0,54 poin atau 9,21% dibanding Februari 2023 yang masih 5,86%.

BPS mencatat, tingkat pengangguran berkurang di daerah perkotaan namun justru meningkat di perdesaan. Pada Agustus 2023, tingkat pengangguran di perkotaan 6,4%, turun dari 7,74% pada Agustus 2022. Di sisi lain, tingkat pengangguran di perdesaan Agustus 2023 mencapai 3,88%, naik dari 3,42% pada Agustus 2022.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan jenis kelaminnya, tingkat pengangguran laki-laki dan perempuan sama-sama menurun dalam setahun terakhir. Namun, tingkat pengangguran laki-laki lebih tinggi yaitu sebesar 5,42%, sedangkan perempuan 5,15% pada Agustus 2023.

Dilihat dari sebaran wilayahnya, terdapat 10 provinsi yang memiliki tingkat pengangguran di atas rata-rata nasional, sementara 24 provinsi di bawah rata-rata. Banten masih menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka paling tinggi nasional pada Agustus 2023, yaitu 7,52%.

Meski demikian, angka itu menurun dari Agustus 2022 yang sebesar 8,09%. Di bawah Banten ada Jawa Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta dan Maluku dengan tingkat pengangguran tertinggi kedua hingga kelima nasional.

Sementara, tingkat pengangguran di Sulawesi Barat merupakan terendah se-Indonesia yaitu hanya 2,27% atau turun dari posisi Agustus 2022 yang sebesar 2,34%.(*)

Berikut daftar tingkat pengangguran terbuka di seluruh provinsi Indonesia pada Agustus 2023:

Banten: 7,52%

Jawa Barat: 7,44%

Kepulauan Riau: 6,8%

DKI Jakarta: 6,53%

Maluku: 6,31%

Sulawesi Utara: 6,1%

Aceh: 6,03%

Sumatera Barat: 5,94%

Sumatera Utara: 5,89%

Papua Barat: 5,38%

Kalimantan Timur: 5,31%

Jawa Tengah: 5,13%

Kalimantan Barat: 5,05%

Jawa Timur: 4,88%

Kepulauan Bangka Belitung: 4,56%

Jambi: 4,53%

Sulawesi Selatan: 4,33%

Kalimantan Selatan: 4,31%

Maluku Utara: 4,31%

Riau: 4,23%

Lampung: 4,23%

Sumatera Selatan: 4,11%

Kalimantan Tengah: 4,10%

Kalimantan Utara: 4,01%

DI Yogyakarta: 3,69%

Bengkulu: 3,42%

Sulawesi Tenggara: 3,15%

Nusa Tenggara Timur: 3,14%

Gorontalo: 3,06%

Sulawesi Tengah: 2,95%

Nusa Tenggara Barat: 2,8%

Bali: 2,69%

Papua: 2,67%

Sulawesi Barat: 2,27%

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *