Keberadaan dan pengoperasian suatu perusahaan sangat penting untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pengembangan UMKM di Kota Parepare sangat dipengaruhi oleh peran aktif dari Pertamina dan pemerintah. Dengan dukungan dari kedua pihak ini, UMKM di Kota Parepare dapat berkembang lebih baik dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
Pertamina memberikan bantuan dalam bentuk subsidi dan akses yang lebih mudah terhadap bahan bakar, yang sangat penting bagi UMKM yang bergerak di sektor transportasi dan pengiriman. Selain itu, Pertamina juga menyediakan pelatihan dan peluang usaha bagi UMKM untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas mereka.
Pemerintah, baik di tingkat lokal maupun pusat, juga memberikan berbagai fasilitas dan dukungan untuk UMKM. Ini termasuk kemudahan perizinan, subsidi permodalan, dan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kreativitas wirausaha.
Dengan dukungan yang kuat dari Pertamina dan pemerintah, UMKM di Kota Parepare dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Laporan: Ade Cahyadi
Ketua BPC HIPMI Kota Parepare, Syamsul Rijal Madani menjelaskan, bahwa Parepare ini memiliki nilai jual dengan sumber daya manusia hebat, pengusaha-pengusaha muda yang andal mampu memberikan penggerakan ekonomi,menghidupkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kota Parepare kini menjadi perhatian dengan perkembangan positif di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pengakuan ini datang dari Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Andi Rahmat Manggabarani, beserta jajaran pengurus HIPMI Sulsel.
Rahmat menekankan pentingnya mempersiapkan keberlanjutan kepemimpinan untuk menjaga momentum pertumbuhan ini. Kerjasama semua pihak cukup berperan positif dalam perkembangan program HIPMI.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh DPC HIPMI Parepare. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi seluruh pengusaha muda di kota Parepare, terutama para pengusaha muda UMKM yang ingin tumbuh dan besar menjadi pengusaha provinsi, pengusaha nasional,” kata Rahmat.
Rahmat juga memuji perkembangan HIPMI Parepare di bawah kepemimpinan ketua Rizal Madani yang sangat luar biasa. Ia berpesan kepada HIPMI Parepare untuk menentukan pilihan terbaik yang bisa memimpin dan membawa HIPMI lebih baik ke depan.
“HIPMI Parepare di bawah kepemimpinan ketua Rizal sangat luar biasa berkembang pesat. Kami harapkan ke depan seluruh pengurus yang berada di bawah kepemimpinan Rizal Madani melanjutkan dan melahirkan kepemimpinan yang berkelanjutan sehingga DPC HIPMI Parepare bisa terus terjaga dan semakin lebih baik lagi,” tegas Rahmat.
Peran Pertamina dalam Membantu UMKM
Wujud peran serta Pertamina dalam membangkitkan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM, dilakukan melalui program binaan CSR. Seperti yang selama ini telah dilakukan di Kota Parepare, Pertamina Fuel Terminal (FT) Parepare memiliki satu binaan UMKM yang digarap oleh ibu-ibu rumah tangga. UMKM binaan Pertamina ini bernama Kelompok Cahaya UMKM Flamboyan, yang berlokasi di Jalan Kebun Sayur, Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang.
UMKM yang dirintis sejak tahun 2021 ini kini terus berkembang dengan hadirnya pendampingan dari Pertamina FT Parepare. Dari usaha ini, ibu-ibu rumah tangga kini bisa bangkitkan ekonomi keluarga mereka. Mereka memproduksi sekaligus memasarkan produk snack yang diberi nama Pilus Ikan Tuna. Ide ini datang pertama kali dari pemikiran ibu-ibu kelompok Cahaya UMKM Flamboyan.
Mereka berpikir bagaimana bisa memberikan makanan sehat seperti ikan tuna kepada anak-anak dalam bentuk camilan. Tak hanya itu, camilan sehat ini juga sangat direkomendasikan bagi para lansia. Para lansia tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi camilan ini karena dampak bagi kesehatan. Snack Ikan Tuna hasil produksi dari Kelompok Cahaya UMKM Flamboyan dijamin aman buat lansia.
“Kenapa kami memilih produk ikan? Karena kebanyakan anak-anak tidak suka memakan ikan secara langsung. Makanya kami ingin membuat varian bagaimana anak-anak bisa mengonsumsi ikan itu secara tidak langsung. Kami berinisiatif membuat kudapan untuk anak-anak yang juga bisa dikonsumsi oleh lansia,” ujar Ketua Kelompok Cahaya UMKM Flamboyan, Sri Sulastri, Rabu, 25 Oktober 2023, lalu.
Pilus ikan tuna buatan Cahaya UMKM Flamboyan memiliki keunggulan dari camilan lainnya. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan ke laboratorium kesehatan di Makassar. “Di pilus ikan tuna ini, kami sudah mengecek dan memeriksakan ke laboratorium kesehatan Makassar. Alhamdulillah, kandungan gizinya tinggi, kalsiumnya tinggi, rendah lemak, dan tinggi protein,” katanya.
Keunggulan lainnya dari produk ini adalah meskipun kondisi terbuka selama satu hari, pilus ikan tuna tetap garing dinikmati. Dari ketahanannya bisa bertahan hingga 6 bulan. “Ketahanannya kami pernah coba 6 bulan, itu masih bagus,” ucapnya. Hasil penjualan pilus ikan tuna, selain dinikmati oleh ibu-ibu dari kelompok Cahaya UMKM Flamboyan, juga disumbangkan ke posyandu untuk pemenuhan makanan tambahan (PMT). “10 persen kami bantukan ke Posyandu untuk makanan tambahan. Selebihnya kami bagikan ke ibu-ibu di kelompok kami, seperti insentif untuk mereka,” katanya.
Sri menegaskan, peran Pertamina sangat penting bagi kelompok Cahaya UMKM Flamboyan. Mulai dari awal dibentuk hingga didampingi sampai saat ini. “Peran Pertamina sangat penting, mereka adalah tameng kami. Karena rumah produksi ini dibangun oleh bantuan Pertamina. Bahkan alat-alatnya, maupun dana untuk memulai usaha,” ungkapnya.
Dampak Positif Program Binaan
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa kelompok Cahaya UMKM dibentuk di tahun 2021 oleh Pertamina Fuel Terminal (FT) Parepare sebagai solusi perbaikan dampak pandemi. Masyarakat dituntut untuk bisa bertahan dengan melakukan inovasi dan memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki. “Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menjadi stimulus kepada kelompok agar bangkit dan mandiri, sehingga bisa membantu menggerakkan roda perekonomian,” bebernya.
Program ini masih berlanjut sampai tahun 2023 dan memberikan dampak ekonomi khususnya anggota kelompok yang sekarang berjumlah 10 orang dari ibu-ibu yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Mereka sekarang mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
Selain itu, program ini sudah dapat memberikan dampak sosial seperti 10 persen dari keuntungan kelompok disumbangkan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Flamboyan yang juga sebagai Program Binaan Pertamina FT Parepare. “Bantuan yang sudah diberikan seperti pelatihan, rumah dan alat-alat produksi, serta mengikutsertakan dalam ajang pameran lokal dan nasional. Bahkan di tahun 2023, kelompok Cahaya UMKM mampu memperkenalkan diri di Forum UMKM di Kupang,” ungkap Fahrougi.
Penambahan Kuota LP3 KG
Kota Parepare baru-baru ini merasakan dampak positif dari penambahan kuota LP3 KG, sebuah langkah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat umum dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan bahan pokok, tetapi juga memacu perkembangan ekonomi lokal.
Bagi pelaku UMKM, penambahan kuota ini berarti stabilitas dalam biaya operasional, memungkinkan mereka untuk menjaga harga tetap kompetitif dan mencegah kerugian besar. Langkah ini juga mendorong para pengusaha kecil untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Di sisi masyarakat umum, manfaatnya terasa melalui harga bahan pokok yang lebih terjangkau dan ketersediaan yang lebih stabil. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dapat dicapai. Langkah ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan UMKM di Kota Parepare.
Keberhasilan dan Potensi UMKM di Kota Parepare
Kota Parepare kini menjadi sorotan dengan perkembangan positif di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pertumbuhan UMKM di daerah ini tidak hanya memberikan warna baru bagi perekonomian lokal, tetapi juga mendorong inovasi dan kreativitas wirausaha di tingkat yang lebih tinggi. Berikut data dan fakta tentang tumbuhnya UMKM di Parepare yang kami himpun dari berbagai sumber.
Data terkini menunjukkan jumlah UMKM di Kota Parepare diperkirakan mencapai 17.000. Hampir seluruhnya bergerak di bidang kuliner dan jasa. Tumbuhnya jumlah UMKM ini karena adanya dukungan yang kuat dari Pemerintah Kota Parepare hingga pemerintah pusat. Dukungan tersebut meliputi kemudahan perizinan, subsidi permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat, pelatihan kewirausahaan, serta promosi produk lokal. Unit kerja pemerintah yang terlibat aktif di Parepare di antaranya Dinas Ketenagakerjaan, UMKM dan Koperasi, serta Balai Latihan Kerja.
Pertumbuhan UMKM di kota ini juga dipengaruhi oleh teknologi informasi yang memberikan dorongan besar terhadap inovasi dan kreativitas. Pengusaha lokal terus mengembangkan produk yang eksklusif dan berkualitas tinggi, serta menciptakan strategi pemasaran yang inovatif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pertumbuhan UMKM membawa berbagai keuntungan bagi para pelaku usaha dan memberikan dampak positif bagi perekonomian kota secara keseluruhan. Peningkatan lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat, dan pengembangan sektor pariwisata lokal menjadi beberapa kontribusi positif yang nyata.
Dengan semakin berkembangnya UMKM di Kota Parepare, prospek perekonomian yang lebih kuat dan berkelanjutan tampak semakin mungkin. Masyarakat diharapkan terus mendukung produk-produk lokal, mendorong inovasi wirausaha, dan berpartisipasi aktif dalam memajukan ekosistem UMKM yang semakin berdaya. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Parepare sudah mencapai 5,6 persen dan di tahun ini diperkirakan akan menembus 6 persen.(*)






