Asbar: Pahlawan BBM dari Parepare

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi langsung ke Sarana dan Prasarana Pertamina Fuel Terminal (FT)

PAREPARE, KILASSULAWESI– Di sebuah warung kecil dekat Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Parepare, duduk seorang pria bertubuh ceking namun berisi, selalu tersenyum tiap kali mendapat sapaan. Nama panggilan akrabnya Asbar.

Pagi itu, Asbar yang berusia hampir 44 tahun, menikmati secangkir kopi dengan baju hijau dominan, berpadu biru langit. Di bajunya tertulis “Elnusa Petrofin”, anak perusahaan Pertamina yang mengurusi awak mobil tangki (AMT) untuk melayani dan menyalurkan BBM.

Bacaan Lainnya

Asbar memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di sebagian daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Wilayah penyalurannya meliputi Parepare, Pinrang, Barru, Sidrap, Enrekang, Wajo, Bone, Soppeng, Toraja, dan Toraja Utara.

Di Sulbar, ia melayani Kabupaten Mamasa, Polman, Mamuju, Majene, dan Mamuju Tengah. Untuk itu, Asbar harus selalu menjaga kesehatannya agar fit saat berada di belakang setir mobil tangki yang menyalurkan BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Asbar bersama rekan-rekannya

Bayangkan, ia kadang harus mengantarkan BBM ke pelosok Mamuju, yaitu Desa Tarailu, yang berjarak lebih dari 300 kilometer dari TBBM Parepare. Namun, perjalanan sejauh itu tidak dilalui sendiri. Selama 14 tahun bekerja sebagai sopir tangki, ia selalu dibantu oleh sopir cadangan. “Kita bergantian setiap empat jam,” ungkap Asbar.

Jika jarak tempuh di bawah 100 kilometer, cukup dengan kernet saja. “Kernet juga keahliannya sama sebagai sopir. Hanya beda nama,” tandas Asbar sambil meminta tambahan dua butir telur setengah matang.

Pengalaman Asbar dalam urusan pengangkutan BBM sangat mumpuni. Ia sudah terbiasa mengendarai mobil tangki berkapasitas 8.000 liter, 16.000 liter, hingga 24.000 liter. “Ada berkah tersendiri dengan mobil tangki besar. Kadang pengelola SPBU memberi bonus, istilahnya uang terima kasih. Ala kadarnya, namun sangat saya syukuri,” ujarnya sambil tersenyum.

Bekerja di Elnusa Petrofin, Asbar mendapatkan gaji hampir lima juta rupiah, ditambah jaminan kesehatan untuk istri dan anak, uang makan, dan fasilitas lainnya. “Istilah kami sesama sopir tangki, hanya nyawa yang tak ditanggung,” jelasnya.

Ayah enam anak ini patut bersyukur, sebab gaji yang diterimanya jauh di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan tugasnya, Asbar merasa lega karena perjalanan mereka dipantau dengan aplikasi pelacak lokasi (GPS).

“Aplikasinya di PT Elnusa Petrofin dan pengelola SPBU. Mereka saling terhubung. Begitu keluar pintu terminal Pertamina, pengelola SPBU sudah tahu,” tambahnya.

Asbar

Dengan aplikasi ini, setiap kendala di perjalanan bisa diketahui dan ditangani dengan cepat. GPS juga melacak kecepatan mobil. Jika melampaui batas kecepatan maksimal 60 kilometer/jam, disebut overspeed dan dianggap pelanggaran. Sanksinya mulai dari teguran hingga skorsing. “Ini baik sebagai efek jera,” tutup Asbar.

Asbar, dengan senyum dan dedikasinya, adalah pahlawan di balik kemudi yang memastikan BBM sampai ke pelosok daerah dan menjaga roda ekonomi tetap berputar.

Kehandalan Sarana dan Prasarana

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi langsung ke Sarana dan Prasarana Pertamina Fuel Terminal (FT) Palopo di Kota Palopo, FT Parepare di Kota Parepare, serta Lembaga Penyalur di Sulawesi Selatan dalam kegiatan Management Walkthrough (MWT) pada 6-8 April 2024.

MWT bertujuan untuk memastikan keamanan dan kehandalan sarana serta fasilitas Pertamina dalam menjaga kelancaran pelayanan distribusi BBM dan LPG, termasuk memastikan penerapan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE) dan memberikan semangat kepada seluruh pekerja dan mitra kerja, terutama di momen libur panjang Idul Fitri 1445 Hijriah.

Pada hari pertama di FT Palopo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto, bersama Tim Manajemen menyatakan bahwa dalam momen libur panjang ini, Pertamina memastikan operasional tetap berjalan aman dan lancar. “Kami memastikan sarana dan fasilitas di setiap unit lokasi Pertamina terjaga kehandalannya sehingga menjadi prioritas utama dan selalu memperhatikan aspek HSSE,” ujarnya.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo untuk melihat kesiapan sekaligus memberikan apresiasi kepada operator yang bertugas selama Satgas Rafi, dengan memberikan bingkisan dan penyemangat dalam melayani konsumen. “Walaupun di hari libur, pelayanan tetap prima. Operator SPBU siap siaga melayani konsumen, semoga menjadi amal ibadah berlipat dan keberkahan dalam bulan suci Ramadan ini,” tutur Erwin.

Pada kunjungan berikutnya di SPBU Sidrap, yang merupakan rest area dengan layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina, pemudik dapat menikmati fasilitas seperti kursi pijat elektrik, pengecekan kesehatan, tempat bermain anak, dan ruang berbaring dengan pendingin ruangan. Semua ini dapat dinikmati secara gratis hanya dengan mendownload aplikasi MyPertamina.

Di lokasi ini juga dijual produk UMKM binaan Pertamina sebagai bentuk pembinaan dalam peningkatan pemasaran dan omset. Erwin menyampaikan bahwa SPBU dengan Serambi MyPertamina berada di SPBU 74.916.77 Kab. Sidrap dan SPBU 74.907.57 Kab. Barru, yang diletakkan pada titik jalur padat pemudik dan jalur konsentrasi wisata.

Pada hari berikutnya, MWT dilakukan di FT Parepare. Tim Manajemen kembali melakukan pengecekan sarfas BBM dan LPG untuk memastikan distribusi dan stok dalam kondisi aman. Erwin menyatakan bahwa kegiatan ini juga digunakan sebagai media diskusi konstruktif antara pekerja lokasi dan manajemen untuk memetakan kendala dan memastikan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Di wilayah Sulawesi Selatan, Terminal BBM dan LPG menjadi tempat penerimaan dan penyimpanan sebelum didistribusikan ke 275 SPBU, 189 Agen LPG, dan 13.945 Pangkalan dan Outlet LPG yang melayani kebutuhan energi masyarakat. Konsumsi bulanan di Sulawesi Selatan untuk bahan bakar Gasoline seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite rata-rata sebesar 102.079 KL, bahan bakar jenis Gasoil seperti Dexlite, Pertamina Dex, Solar sebesar 53.917 KL per bulan, dan LPG sebesar 26.681 Metric Ton per bulan.

Terakhir Erwin menyampaikan komitmennya, “Sebagai Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga khususnya di Regional Sulawesi dalam masa Satgas Rafi, “Kami memastikan kehandalan sarana dan fasilitas operasional serta berkomitmen menyalurkan energi kepada masyarakat, dengan dilakukannya kegiatan MWT dimomen menjelang lebaran ini untuk menjaga sensitivitas dan awareness para Pekerja, Mitra Kerja di Fuel Terminal BBM dan LPG serta Lembaga Penyalur,” tutup Erwin. (*)

Pos terkait