RSUD Andi Makkasau Peringati World AIDS Vaccine Day

PAREPARE, KILASSULAWESI–Tanggal 18 Mei tiap tahunnya, diperingati sebagai World AIDS Vaccine Day atau Hari Vaksin AIDS Sedunia. Peringatan bertujuan agar meningkatkan kesadaran masyarakat, tentang pentingnya vaksinasi HIV untuk mencegah HIV dan AIDS semakin meningkat.

RSUD Andi Makkasau Kota Parepare memaknai peringatan Hari Vaksin AIDS Sedunia, Sabtu (18/5/2024), dengan menyerukan untuk melindungi mereka yang belum terinfeksi penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Bacaan Lainnya

“18 Mei tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Vaksin AIDS Sedunia. Vaksin HIV merupakan vaksin yang diciptakan untuk melindungi mereka yang belum terinfeksi penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV),” tulis RSUD Andi Makkasau melalui akun media sosial resminya.

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan bisa ditularkan melalui jarum suntik bersama, darah, atau hubungan seksual tanpa pengaman, bahkan dari ibu ke anak selama kehamilan.

Gejalanya seperti flu, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan muncul dalam beberapa minggu setelah infeksi.

Hari Vaksin AIDS Sedunia atau World AIDS Vaccine Day ini diperingati pada tanggal 18 Mei setiap tahunnya agar kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi HIV untuk mencegah HIV dan AIDS semakin meningkat.

Dikutip dari laman National Today, ada dua tujuan diadakannya hari peringatan ini. Yang pertama untuk menghormati para tenaga medis, ilmuwan, serta para relawan yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk mengembangkan vaksin AIDS yang layak dan aman.

Sedangkan tujuan kedua adalah untuk menegaskan pentingnya vaksinasi yang berperan sebagai pelindung dari infeksi yang membahayakan hidup.

Ide hari peringatan ini awalnya bermula dari pidato pembukaan Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton di Universitas Morgan pada tahun 1997.

Setahun kemudian akhirnya Hari Vaksin AIDS Sedunia ini diresmikan pada 18 Mei dan dirayakan oleh negara-negara di seluruh dunia.

Dalam pidatonya, Clinton menegaskan tentang kebutuhan dalam memaksimalkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan vaksin yang dapat membantu kemampuan seseorang melawan HIV.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi kekhawatiran bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia karena merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia.

Bahkan di akhir tahun 2019 lalu, tercatat ada sekitar 38 juta masyarakat yang hidup dengan terkena virus HIV ini.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *