Terbukti !!! Tiga Tahun MYL Sukses Jalankan Visi dan Misi Memimpin Pangkep

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau bersama Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan

Pelaksanaan Pilkada serentak 2024 tak lama lagi digelar, sejumlah figur pun mulai mewacanakan diri ikut bertarung dalam pesta demokrasi tersebut. Salah satunya, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) yang akan kembali maju sebagai figur petahana, setelah tiga tahun memimpin Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Namun, terlebih dahulu kita akan menelisik apa yang telah dilakukan MYL dalam tiga tahun menjabat Bupati di Kabupaten Pangkep bersama Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana. Keduanya dinilai berhasil menjalankan visi dan misinya.

Bacaan Lainnya

Program yang dijanjikan hampir sepenuhnya terwujud. Meningkatkan pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, UMKM, Infrastruktur, menurunkan angka kemiskinan dan sederet keberhasilan lainnya.

Di awal kepemimpinannya, tahun 2021 telah memberikan program pembagian gratis baju seragam sekolah yang tiap tahun terus ditingkatkan hingga saat ini. Tahun pertama sebanyak 8.000 baju seragam untuk 2000 orang siswa. Kemudian tahun 2022 meningkat menjadi 87.688 seragam untuk 12.024 siswa.

Di tahun 2023 kembali dibagikan 96.392 seragam untuk 12.882 siswa. Dan di tahun 2024 rencananya sebanyak 48.000 seragam sekolah akan dibagikan untuk siswa sebanyak 12.000.

Di Bidang keagamaan, bantuan masjid sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2024 sebanyak 204 masjid yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Pangkep.

Sedangkan untuk infrastruktur pembangunan drainase yang dibangun sejak tahun 2021 sampai dengan perencanaan tambahan di tahun 2024 telah dibangun sepanjang 18.652 meter yang terbagi di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkep. Pembangunan ini bertujuan untuk mengurangi dampak genangan air yang bisa mengakibatkan banjir.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkep, tahun 2021 sebanyak 53.883 Usaha Mikro Kecil Menengah yang terbagi tiga jenis usaha yaitu usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Data itu juga terjadi peningkatan dari tahun 2021 ke tahun 2023. Di tahun 2022 jumlah UMKM naik sebanyak 56.524 dan di tahun 2023 mengalami penambahan data UMKM sebesar 57.659.

Selanjutnya, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pangkep merilis data tahun 2021 ada 2.620 bidang tanah yang disertifikatkan. Meningkat pada 2022 sebanyak 6.571 bidang, Tahun 2023 kembali disertifikatkan 4.782 bidang, dan tahun 2024 sebanyak 7.000 bidang tanah untuk masyarakat.

Sementara hal tersebut berkontribusi penting dengan adanya Keputusan Bupati tentang pemberian pengurangan pajak BPHTB bagi peserta program redistribusi tanah, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan pensertifikatan lain yang dipersamakan. Dengan Redistribusi Tanah berdasarkan tahun 2021 dengan 1.200 bidang, tahun 2022 dengan 2.000 bidang, tahun 2023 dengan 2.200 bidang dan di tahun 2024 dengan 1.500 bidang tanah.

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana, juga berhasil menekan angka kemiskinan di daerahnya, dari 13,92 persen pada tahun 2022, turun menjadi 13,40 persen tahun 2023 atau dari 46.06 ribu penduduk miskin turun menjadi 1.400 jiwa pada tahun 2023.

Kinerja tersebut menjadi Kabupaten Pangkep masuk dalam lima Kabupaten dan Kota dengan penurunan persentase penduduk miskin dari 2022-2023 yang terbesar: Jeneponto, Luwu Utara, Pangkep, Sinjai, Bulukumba dan terdapat 15 Kabupaten dan Kota memiliki perubahan persentase kemiskinan yang lebih baik dibanding Provinsi Sulawesi Selatan.

“Program prioritas yang kita jalankan dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program Bedah Rumah selama tahun 2023 sebanyak 604 rumah penerima manfaat, dengan alokasi anggaran terealisasi sebesar Rp10 Miliar lebih, Program bedah rumah ini menjadi prioritas utama dalam penanggulangan kemiskinan, harapan kita bila masyarakat memiliki rumah yang layak huni maka masyarakat akan nyaman dan aman melakukan aktivitas kehidupannya,” ujar Muhammad Yusran Lalogau.

Indeks pembangunan manusia sebesar 69,79 persen tahun 2022 naik menjadi 70,59 persen tahun 2023. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana layanan kesehatan untuk lebih didekatkan dengan masyarakat, melalui program SIJAGAI.

Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir tidak tersentuh layanan kesehatan. “Salah satu wujud nyata yang kita lakukan adalah dengan terbangunnya RS Pratama di Pulau Sailus Kecamatan Lk. Tangaya, RS Pertama yang hadir di wilayah kepulauan selama Kabupaten Pangkep lahir, dan penyediaan ambulance laut sebanyak 5 unit di 4 kecamatan wilayah Kepulauan,” sebutnya.

Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pangkep mencapai angka 4,93 persen. Jika dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi sulawesi selatan sebesar 5,03%, Kabupaten Pangkep sangat besar kontribusinya. Bila dihubungkan dengan aktivitas masyarakat yang sebagian besar adalah petani dan nelayan, maka kontribusi sektor pertanian dan perikanan sebesar 21,07 persen.

“Angka ini menunjukkan, nilai aktivitas ekonomi masyarakat tani dan nelayan semakin baik, hal ini sejalan dengan program pemerintah mendorong masyarakat kita melalui mekanisasi pertanian dalam bentuk pemberian bantuan alat dan mesin pertanian, begitu pula pemberian bantuan alat tangkap perikanan dan budidaya perikanan,” jelas Muhammad Yusran Lalogau.

Selain itu pula pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti perbaikan kualitas jaringan irigasi Tabo – tabo yang pada tahun ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 65 Miliar lebih.

Peningkatan dan perbaikan jalan usaha tani dengan alokasi anggaran sebesar Rp 543 juta lebih dengan panjang jalan 78 kilometer serta peningkatan jalan sentra produksi pertanian dan perikanan sebesar Rp 39 Miliar lebih dengan panjang jalan 24 kilometer.

Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2023 Sebesar 5,05 persen. Untuk mengukur tingkat ketersediaan kesempatan kerja oleh pemerintah kabupaten maka tingkat pengangguran terbuka merupakan salah satu ukurannya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan pada tahun 2023 sebesar 5,05 persen, turun 0,18 persen poin dibandingkan dengan tahun 2022. Jumlah angkatan kerja pada tahun 2023 sebanyak 188.189 orang.

Penduduk yang bekerja sebanyak 178.189 orang, sedangkan jumlah penduduk yang tidak bekerja sebanyak 9.509 orang mengalami penurunan dibanding tahun 2022 sebesar 10.103 Jiwa. Penduduk usia kerja adalah semua orang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring dengan peningkatan jumlah penduduk.

“Upaya Yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pangkep yakni mengembangkan agribisnis perdesaan melalui revitalisasi perikanan, pertanian dan perkebunan rakyat, meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditi unggulan, meningkatkan aksesibilitas petani terhadap teknologi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha dagang kecil, fasilitasi usaha perdagangan konvensional dan non konvensional (e-commerce),” sebutnya.

“Penguatan kemitraan antara petani dengan pelaku/pengusaha pengolahan dan pemasaran serta pencitraan produk dalam rangka promosi serta menarik investasi agribisnis, perluasan pertanian organik, revitalisasi pasar tradisional serta penataan kawasan dan diversifikasi produk unggulan dan memperluas kesempatan kerja melalui fasilitasi akses informasi ketenagakerjaan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pembinaan,” sambung Muhammad Yusran Lalogau.

Ia juga melaporkan, PDRB PerKapita Tahun 2022 sebesar 86,74 Juta. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah atau wilayah diperlukan indikator ekonomi yang menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah tersebut berjalan.

Berjalannya kegiatan ekonomi dapat meningkatkan kemakmuran masyarakatnya dan ini tercermin dari Pendapatan Domestik Regional Bruto per Kapita. PDRB per kapita yang semakin meningkat mengindikasikan kesejahteraan di wilayah tersebut. PDRB per kapita menunjukkan nilai PDRB per satu orang penduduk per tahun.

Berdasarkan PDRB ADHK Tahun 2010, nilai PDRB per kapita Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2022 sebesar 86,74 juta rupiah. Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan PDRB Perkapita Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 65,59 dan Nasional sebesar 71,00.

Untuk program, pendukung capaian indikator makro, yang dilakukan diantaranya pemberian SPP gratis bagi mahasiswa Pangkep, untuk kelompok berprestasi sebesar Rp6 Miliar lebih dengan penerima manfaat sebanyak 4.222 mahasiswa, dan mahasiswa kurang mampu Rp1 Miliar lebih dengan penerima manfaat sebanyak 696 mahasiswa

Penyediaan anggaran Jaminan Sosial Tenaga Kerja bagi pekerja rentang sebesar Rp 897 juta lebih dengan target penerima manfaat sebanyak 7.938 pekerja. Penyediaan sambungan jaringan air layak minum sebesar Rp2 Miliar dengan target penerima manfaat 1.010 Sambungan rumah. Penyediaan sarana air minum untuk wilayah kepulauan sebanyak 5 unit sehingga totalnya 7 unit juga peningkatan jalan untuk kawasan wisata, anggaran sebesar Rp9 Miliar dengan panjang 5,2 kilometer. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *