Polair dan BMKG Bersama-sama Peringatkan Nelayan tentang Cuaca Ekstrim di Sulawesi Selatan

Komandan Kapal Pol XIV-2009, Bripka M Ahris Barakasi saat memberikan pemahaman kepada nelayan di perairan Pinrang

PAREPARE, KILASSULAWESI – Komandan Kapal Pol XIV-2009, Bripka M Ahris Barakasi, beserta anggotanya melaksanakan kegiatan memberikan imbauan kepada masyarakat nelayan di wilayah perairan Parepare dan Pinrang terkait cuaca buruk yang dikeluarkan oleh BMKG.

Mereka mengingatkan masyarakat nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi alat keselamatan saat melaut. Menurut BMKG Wilayah IV Makassar, prakiraan cuaca ekstrim diperkirakan akan berlangsung dari 18 hingga 22 Desember 2024.

Bacaan Lainnya

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, menyatakan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di beberapa daerah, termasuk Kota Parepare, Kota Makassar, Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, Gowa, dan Takalar.

Fenomena cuaca ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk La Nina Lemah dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif. Selain itu, pusat tekanan rendah yang terpantau di Australia bagian utara turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai dampak dari cuaca buruk ini, seperti genangan, banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang. BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan dengan kategori gelombang sedang (1,25 – 2,5 meter) di beberapa wilayah perairan.

BMKG Sulsel menyediakan layanan informasi cuaca 24 jam yang dapat diakses melalui call center 0411-455019/449286, 0811 4614 350 (MEWS), 0821 8815 8985 (WA Otomatis), serta melalui situs web dan media sosial resmi BMKG.(*)

Pos terkait