PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare tengah mempersiapkan pelaksanaan program makan bergizi gratis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan siswa di tiga jenjang pendidikan, yaitu TK, SD, dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Makmur Husain, mengungkapkan bahwa program ini akan mencakup sebanyak 25.203 siswa dengan estimasi biaya antara Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per siswa setiap harinya. Dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp 67 Miliar, pemerintah pusat dijadwalkan mengalokasikan dana sebesar Rp 61 Miliar, sementara sisanya disiapkan melalui dana pendamping yang telah dihimpun oleh Pemerintah Kota Parepare.
“Pemerintah Kota sudah menyisir SKPD dan berhasil mengumpulkan Rp 6 Miliar untuk mendampingi anggaran dari pemerintah pusat,” kata Makmur.
Pelaksanaan program ini masih menunggu petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, termasuk seleksi tim pengelola, pengawas, dan penyedia. Namun, Pemerintah Kota Parepare telah menyiapkan 10 rekanan penyedia yang telah dilatih untuk menyiapkan menu makan bergizi. Nantinya, mereka akan bertanggung jawab mendistribusikan makanan ke 77 TK, 115 SD, dan 23 SMP di Parepare.
“Badan Gizi Nasional akan mengoordinasikan pembentukan tim di daerah, sedangkan kami fokus pada monitoring dan pelaporan kendala, seperti distribusi atau menu yang disiapkan. Menu telah dirancang untuk bervariasi selama satu bulan,” tambah Makmur.
Tidak Ada Ujicoba di Parepare
Karena keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Parepare memutuskan tidak menggelar ujicoba program. Makmur menjelaskan bahwa pelaksanaan ujicoba memerlukan biaya yang tidak kecil, mencapai sekitar Rp 250 juta hanya untuk melayani seluruh siswa selama satu hari.
Sebagai referensi, Kabupaten Pangkep dan Takalar, salah satu pelaksana awal program, dapat menjadi contoh bagi Parepare dan daerah lain di Sulawesi Selatan. “Ujicoba di Pangkep dapat menjadi rujukan. Kami berharap pemerintah pusat segera mentransfer dana dan memastikan elemen-elemen penting seperti pengelola, pengawas, dan penyedia segera disiapkan,” jelasnya.
Makmur berharap dengan kelengkapan persiapan teknis dan finansial, program makan bergizi gratis di Parepare dapat terlaksana dengan baik. “Jika semua elemen sudah siap, pelaksanaan hanya tinggal eksekusi atau tender,” pungkasnya.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak di Parepare mendapat akses makanan bergizi yang berkualitas. Dengan dukungan semua pihak, Parepare optimis program ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi masa depan generasi penerus bangsa. (*)






