PAREPARE — Perayaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1446 H di Kota Parepare akan dipusatkan di lapangan Andi Makkasau, sebuah lokasi ikonis bagi warga. Kehadiran Ustadz DR H. Mustaqim Pabbajah, S.Fil, MA, sebagai khatib, menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan tahun ini.
Sosok Akademisi Berpengaruh
Mustaqim Pabbajah, cucu pendiri Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) K.H. Muhammad Abduh Pabbaja, memiliki rekam jejak luar biasa di dunia akademik dan keagamaan. Ia saat ini menjabat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ternama di Universitas Teknologi Yogyakarta Selain itu, ia menjabat sebagai Direktur For Research IA Scholar Yogyakarta, sebuah lembaga penelitian terkemuka.
Perjalanan pendidikannya meliputi pengalaman belajar di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, serta meraih gelar S3 di Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selain itu, beliau pernah menjadi Visiting Researcher di University of California, Berkeley, dan University of Hawaii, Amerika Serikat.
Mustaqim juga merupakan alumni Universitas Islam Negeri Makassar untuk gelar sarjana (S1) dan Universitas Gadjah Mada untuk program magister (S2). Kini, ia tengah bersiap meraih gelar Profesor.
Momentum Istimewa di Kota Kelahiran
Kembali ke Parepare sebagai khatib pada momen Idulfitri menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi Mustaqim. “Ini adalah momen yang sangat berharga di mana saya dapat bersilaturahim dengan warga Parepare. Walaupun hampir setiap tahun saya pulang, kesempatan ini berbeda karena saya diberi amanah untuk menjadi khatib Salat Idulfitri di lapangan Andi Makkasau,” ungkapnya, Sabtu, 29 Maret 2025.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) atas kepercayaan yang diberikan. “Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi saya dan keluarga besar, sekaligus amanah yang luar biasa,” tambahnya.
Lapangan Andi Makkasau: Simbol Kebersamaan Warga
Lapangan Andi Makkasau yang selalu menjadi pusat kegiatan besar, kembali dipercaya sebagai lokasi utama untuk salat Idulfitri tahun ini. Tempat ini menjadi simbol kebersamaan dan religiusitas bagi warga Parepare, yang setiap tahunnya berkumpul untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Mustaqim Pabbajah yang dikenal sebagai peneliti dalam bidang sosial keagamaan dan hubungan antara agama dan teknologi ini diharapkan memberikan khutbah yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mempererat tali silaturahim antarwarga. Kehadirannya membawa makna lebih dalam pada perayaan Idulfitri tahun ini.
Dengan latar belakang dan pengalaman Mustaqim, khutbah yang disampaikannya diharapkan dapat memberikan pesan-pesan penuh makna tentang nilai persatuan, kemanusiaan, dan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.(*)






