Ketua Lingkar Hijau Tuntut Pencopotan Pimpinan BRI Parepare dan BRI Life

Perwakilan pihak BRI Cabang Parepare saat menerima pengunjuk rasa didepan Kantor BRI

PAREPARE– Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Parepare bersama Ketua Lingkar Hijau Parepare, Iqbal Rahim Gani, mengungkapkan keluhan terkait ketidakjelasan status sertifikat atau agunan atas nama almarhum Suparman.

Sertifikat tersebut diserahkan kepada pihak bank sebelum Suparman meninggal dunia pada 21 Desember 2024. Hingga kini, pihak BRI belum memberikan kejelasan, menimbulkan keresahan yang mendalam bagi keluarga nasabah yang tengah menghadapi situasi sulit.

Bacaan Lainnya

Salah seorang ahli waris, Soemardin, mengaku telah berulang kali mendatangi kantor BRI Cabang Parepare sejak Januari 2025. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, dengan pihak bank dan BRI Life perusahaan asuransi mitra BRI masih belum memberikan kepastian mengenai status sertifikat tersebut.

“Kami merasa diabaikan karena sudah berbulan-bulan berusaha mendapatkan penjelasan, tetapi hanya mendapat jawaban yang normatif. Tidak ada kepastian kapan persoalan ini selesai,” ungkap Soemardin, penuh kecewa.

Aksi protes pun dilakukan oleh Ketua Lingkar Hijau Parepare, Iqbal Rahim Gani, bersama ahli waris di depan kantor BRI Cabang Parepare di Jalan Karaeng Burane. Dalam aksinya, Iqbal menuntut pencopotan Pimpinan Cabang BRI dan pihak BRI Life, yang dinilai kurang responsif dan tidak serius dalam menyelesaikan hak nasabah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BRI Cabang Parepare belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab keterlambatan tersebut. Ketidakjelasan ini dinilai dapat berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan keluarga ahli waris, yang sangat bergantung pada penyelesaian administrasi sertifikat tersebut.

Situasi ini menyoroti pentingnya tanggung jawab lembaga keuangan dalam memberikan pelayanan dan kejelasan kepada nasabah, terutama dalam kondisi krisis. Pihak keluarga berharap permasalahan ini segera mendapatkan titik terang, mengingat dampak emosional dan finansial yang harus mereka hadapi pasca kehilangan anggota keluarga tercinta.(*)

Pos terkait