SPBU Hadapi Tantangan Baru dalam Musyawarah Tudang Sipulung Terpadu Sidrap 2025

Bupati Sidrap bersama Ketua Hiswana Migas Parepare, H Ibrahim Mukti dan sejumlah pemilik SPBU dan warga Sidrap

SIDRAP– Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menggelar Musyawarah Tudang Sipulung (MTS) Terpadu Tahun 2025, sebuah forum strategis tahunan yang mempertemukan petani, penyuluh, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Forum ini bertujuan mengevaluasi program pertanian tahun sebelumnya dan merancang strategi menghadapi musim tanam berikutnya guna mendukung swasembada pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Tahun ini, MTS mengusung tema
“Melalui Musyawarah Tudang Sipulung Terpadu Tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2025, Kita Tingkatkan Produktivitas dan Produksi Komoditi Pertanian Unggulan dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional Menuju Sidrap yang Lebih Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing”.

Selain membahas sektor pertanian, forum ini turut menyoroti tantangan yang dihadapi SPBU dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, bagi petani dan nelayan.

Ketua DPC Hiswana Migas Parepare, H. Ibrahim Mukti menekankan pentingnya dukungan SPBU dalam memastikan ketersediaan BBM untuk sektor pertanian dan perikanan, mengingat ketergantungan petani dan nelayan terhadap bahan bakar dalam aktivitas produksinya.

Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi yang diwakili Sales Branch Manager (SBM), Anwar dan Kepala Depot Pertamina Parepare, Sir Adhi Warsito, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berupaya memberikan solusi konkrit, termasuk proses penyurutan ke instansi terkait guna mendapatkan barcode bagi SPBU di Sidrap, sehingga distribusi BBM bisa lebih efisien dan tepat sasaran.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa hasil rumusan MTS harus menghasilkan manfaat nyata bagi petani. Dalam diskusi aktif antara petani dan pemangku kepentingan, sejumlah kesepakatan strategis berhasil dirumuskan, di antaranya:

– Penanaman serentak untuk memutus rantai hama.
– Implementasi Indeks Pertanaman (IP) 300 guna meningkatkan produktivitas pertanian.
– Percepatan musim tanam kedua untuk mengoptimalkan hasil panen.
– Pembentukan tim sosialisasi IP 300 agar petani memahami dan menerapkan metode ini secara optimal.
– Perencanaan perluasan lahan pertanian seluas 1.000 hingga 3.000 hektare, guna meningkatkan produksi dan menopang kebutuhan pangan nasional.

Dengan adanya MTS 2025, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan mitra sektor pertanian diharapkan mampu membawa dampak positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sidrap.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk Asisten Ekonomi dan Pembangunan H. Siara Barang, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Kepala Dinas PSDA A. Safari Renata, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ibrahim**, serta perwakilan dari Bulog, Baznas, BPS, KTNA, distributor pupuk, camat, kepala desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

Selain itu, turut hadir pejabat eselon 1 dari Kementerian Pertanian serta Direktur Jenderal Kepala Badan Perakitan Modernisasi Pertanian, Fadjri Djufry yang memberikan dukungan terhadap langkah-langkah strategis yang diambil dalam forum ini.(*)

Pos terkait