Seragam Gratis Pangkep: Gerakan Kecil, Dampak Besar untuk Masa Depan Anak Bangsa

Bupati Pangkep bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Rizal Ul Haq

PANGKEP — Tak semua revolusi pendidikan dimulai dari perubahan kurikulum atau pembangunan gedung megah. Di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan perubahan itu datang dalam bentuk sederhana, sebuah seragam gratis namun penuh makna.

Sejak memulai periode kepemimpinannya keduanya, Bupati Muhammad Yusran Lalogau didampingi Wakil Bupati Abdul Rahman Assagaf mencanangkan program seragam sekolah gratis untuk siswa sekolah negeri. Di tahun kedua, cakupannya diperluas hingga ke madrasah, menjadikannya langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan setara.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin mencerdaskan anak-anak kami tanpa membebani orang tua. Ini bukan soal seragam semata, tapi soal keadilan dalam akses pendidikan,” tegas DR Muhammad Yusran Lalogau dalam sebuah Seminar Nasional Pendidikan yang digelar di Kantor Bupati Pangkep, beberapa waktu lalu.

Dari data yang dihimpun dari beberapa kepala sekolah di berbagai kecamatan, diperoleh adanya peningkatan jumlah pendaftar pada tahun ajaran baru. Bahkan, siswa terlihat lebih bersemangat, datang ke sekolah dengan rasa percaya diri yang tumbuh seiring pakaian seragam yang baru mereka kenakan tanpa harus merasa “berbeda” dari rekan-rekannya.

Orang tua pun merasakan dampaknya. Seperti diungkapkan, Cati seorang ibu di Kecamatam Pangkajene. “Seragam itu mahal kalau beli sendiri. Program ini sangat membantu, kami bisa pakai uangnya untuk beli buku atau bayar transport anak,”katanya.

Tak hanya berhenti pada pembagian seragam, Pemkab juga tengah menyiapkan sistem pendataan siswa baru berbasis kelurahan dan sekolah untuk memastikan distribusi lebih tepat sasaran. Rencana ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program secara berkelanjutan, bahkan menjangkau jenjang pendidikan nonformal.

“Inilah wujud kepedulian kami pada pendidikan dari bawah, agar tak satu pun anak tertinggal,” timpal Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assegaf.

Kebijakan ini mendapat perhatian Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Rizal Ul Haq, yang menyampaikan bahwa pendekatan deep learning dalam pendidikan harus berjalan berdampingan dengan kebijakan nyata di lapangan.

“Seragam gratis di Pangkep adalah contoh bagaimana pemerintah daerah memberi ruang tumbuh bagi anak-anak. Di sinilah filosofi ‘pendidikan untuk semua’ menjadi nyata,” ungkap Fajar.(*)

Pos terkait