Efisiensi dan Selamatkan Operasional Rumah Sakit, Alasan RSUD La Mappanenning Lakukan Pengurangan Dokter

BONE—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) regional La Mappanenning angkat bicara menyikapi gejolak yang terjadi setelah adanya pengurangan dokter.

Bukan pemberhentian sepihak, tetapi alasan efisiensi yang memaksa manajemen rumah sakit tersebut memangkas jumlah dokter di Rumah Sakit La Mappanenning.

“Kami memiliki dua dokter obgyn (kandungan). Karena efisiensi anggaran, satu orang dokter saat ini berproses untuk dihentikan dan untuk minggu ini, dokter obgyn yang satunya sedang sakit, sehingga memang, pelayanan obgyn untuk sementara ditiadakan. Insyaa Allah minggu depan sudah ada pelayanan kembali,” kata Direktur RSUD La Mappanenning, dr H Erwan Try Sulistyo kepada media ini, Selasa 8 Juli 2025.

dr Erwan menyebutkan, tak hanya dokter ObGyn, tapi ada juga satu dokter penyakit dalam diberhentikan.

“Jadi masing masing kita kurangi satu dokter. Selain dokter ObGyn yang kita kurangi satu, juga dokter penyakit dalam juga kita kurangi. Karena masing masing ada dua dokter itu,” jelasnya.

Alasan pengurangan lanjutnya, karena insentif untuk dokter tidak lagi ditanggung oleh APBD Provinsi, melainkan langsung dibebankan pada anggaran BLUD Rumah Sakit.

“Saat ini pemberian insentif untuk dokter, dibebankan pada anggaran BLUD rumah sakit, yang dulunya dianggarkan di APBD. Karena keterbatasan anggaran BLUD rumah sakit, maka beberapa dokter diberhentikan, terutama untuk dokter spesialis dengan dua dokter sejenis, dengan harapan kelangsungan pelayanan rumah sakit ini dapat terus dilaksanakan,” jelas dokter Erwan.

Inilah salah satu cara pihak rumah sakit lanjutnya untuk melakukan effisiensi.

“Kami dari manajemen pasti mengusahakab pelayanan tetap terlaksana. Kebetulan saat ini, untuk dokter obgyn yang ada di Rumah Sakit La Mappapenning, sedang sakit semoga minggu depan sudah bisa aktif kembali,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang dokter obGyn atau dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Astri Ayu Agus Sp Og diberhentikan yang berdampak pada pelayanan kandungan di rumah sakit itu.

Pasien ibu hamil dan yang akan melahirkan, yang harusnya ditangani segera tidak mendapatkan pelayanan. Akibatnya sempat terjadi kekacauan dan protes keras dari keluarga pasien akibat tidak adanya pelayanan.

“Tadi sempat kacau disini. Banyak keluarga pasien yang protes karena tidak adanya pelayanan. Bagaimana mau ada pelayanan, dokternya diberhentikan,” ujar sumber media ini.

Salah seorang tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut membenarkan layanan ObGyn di rumah sakit La Mappanenning lumpuh.

“Iye sejak 1 Juli tidak ada pelayanan, sejak dokter Astri diberhentikan,” katanya.

Ia mengaku, selama ini rumah sakit La Mappanenning menjadi rujukan. Banyak pasien yang sudah nyaman dengan pelayanan dokter Astri.

“Banyak pasien yang tidak terlayani. Bahkan ada yang harusnya segera di Caesar terpaksa di rujuk ke rumah sakit lain. Jadi sangat berdampak terhadap pasien,” pungkasnya.

*

Pos terkait