PANGKEP — Semangat kemerdekaan menggema di Labakkang, Kabupaten Pangkep, saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar Jumat pagi ini menjadi simbol kebersamaan lintas generasi, dengan rumah adat Labakkang sebagai titik start dan finish yang sarat makna budaya.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, didampingi Wakil Bupati Abd Rahman Assagaf, unsur Forkopimda, dan pimpinan OPD, secara resmi melepas peserta dengan penuh semangat.
“Kami melaksanakan kegiatan jalan santai dalam rangka sama-sama merayakan 17 Agustus. Semangatnya agar semua masyarakat jangan sampai lupakan jasa-jasa para pahlawan kita,” ujar Bupati Yusran dalam sambutannya.
Rute jalan santai yang membentang beberapa kilometer menjadi ajang silaturahmi dan refleksi perjuangan. Anak-anak, orang tua, pelajar, hingga komunitas lokal turut serta dengan wajah ceria dan semangat merah putih. Tak hanya sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi cinta tanah air yang membumi.
“Alhamdulillah semua masyarakat yang hadir di Labakkang ini sangat antusias, anak-anak juga. Bukan karena hadiahnya, tapi betul-betul merasakan semangat 17 Agustus ini,” tambah Bupati Yusran.
Setibanya di garis finish, peserta disambut dengan sajian khas hasil pertanian lokal, jagung rebus, ubi, dan bubur kacang hijau yang disediakan gratis oleh panitia. Kehangatan kuliner tradisional ini memperkuat nuansa gotong royong dan kecintaan terhadap produk lokal.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize yang disambut riuh oleh warga. Hadiah-hadiah menarik menjadi pelengkap kebahagiaan, namun semangat kebersamaan tetap menjadi hadiah utama bagi seluruh peserta.
Rumah Adat Labakkang: Titik Temu Budaya dan Patriotisme
Pemilihan rumah adat Labakkang sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Tempat ini menjadi simbol akar budaya dan identitas masyarakat Pangkep, sekaligus ruang yang menyatukan semangat perjuangan dan pelestarian tradisi.(*)






