Bintang Maha Putra Juara Festival Sandeq Teluk Mandar 2025, Gubernur Sulbar: Tahun Depan Naik Kelas Nasional

Perahu sandeq Bintang Maha Putra jadi juara Festival Sandeq Teluk Mandar 2025

MAJENE— Festival Sandeq Teluk Mandar 2025 resmi ditutup oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di Kelurahan Labuang, Majene. Ajang budaya bahari ini menampilkan lomba Sandeq Segitiga yang diprakarsai oleh Pemkab Majene dan berhasil menyedot antusiasme masyarakat serta dukungan penuh dari pemerintah provinsi.

Dalam lomba yang berlangsung selama beberapa hari, perahu Bintang Maha Putra asal Desa Pambusuang tampil sebagai juara pertama, mengungguli lima pesaing lainnya. Gubernur Sulbar menyebut kemenangan tersebut sebagai simbol keberkahan dan semangat kebersamaan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah kita sama-sama menyaksikan lomba Sandeq Segitiga yang dimenangkan Bintang Maha Putra. Kenapa bisa menang? Karena ada SDK-JSM di layarnya. Tatta Mabarakka pasti berkah,” ujar Suhardi Duka.

Daftar Juara Festival Sandeq Teluk Mandar 2025:
1. Bintang Maha Putra
2. Air Mancur Dua
3. Athena
4. Mandala Bintang Timur
5. Cendrawasih
6. Sahabat Padi

Gubernur juga menegaskan bahwa Festival Sandeq tahun depan akan naik kelas menjadi ajang nasional, menyusul masuknya Sandeq Silumba dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

“Festival ini adalah kebaharian yang harus terus kita lestarikan. Putra-putri Mandar telah membuktikan jiwanya mampu mengarungi samudera, dan melalui Sandeq kita perkuat budaya sekaligus mendorong pariwisata dan perekonomian daerah,” tambahnya.

Dalam penutupan tersebut, Gubernur menyerahkan secara simbolis alokasi anggaran sebesar Rp67 miliar untuk Kabupaten Majene. Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, yang turut mendampingi, menyatakan bahwa Festival Sandeq bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga strategi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pelestarian nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mandar sejalan dengan tujuan akhir kita: peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulbar secara umum dan Majene secara khusus,” ujar Junda.

Penutupan festival turut dihadiri oleh Bupati Majene Andi Sukri Tammalele, Wakil DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, Anggota DPRD Sulbar Sukri Umar, Wakil Bupati Majene, serta pimpinan OPD. Kehadiran para tokoh ini menandai sinergi lintas lembaga dalam mendukung pelestarian budaya bahari Mandar.(*)

Pos terkait