MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan melalui peluncuran Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di halaman Kantor TVRI Sulsel, Makassar.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis menjelang akhir tahun untuk memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Ia menyebut GPM Serentak sebagai wujud nyata dari sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pelaku usaha lokal. “Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar intervensi harga, tetapi bagian dari strategi besar kita dalam membangun ekosistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan. Saya mengapresiasi partisipasi aktif seluruh kepala daerah dan pelaku usaha yang turut mendukung gerakan ini,” ujar Andi Sudirman.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel ini dihadiri juga oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang juga menjabat sebagai Ketua FKPPI Sulsel. Ia meninjau sejumlah stan pelaku usaha pangan dan berdialog dengan masyarakat, didampingi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Alamsyah Sahabuddin.
Aliyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh inisiatif provinsi ini, karena sejalan dengan komitmen kota dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.
Selain Makassar, kegiatan GPM Serentak juga dilaksanakan serentak di berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, dengan dukungan Forkopimda dan jajaran kepala daerah yang bergabung secara virtual.
Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga sayuran segar. Gubernur Andi Sudirman menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dan inovasi dalam menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi potensi gejolak harga dan dampak perubahan iklim.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kesejahteraan. Kita harus pastikan bahwa setiap keluarga di Sulawesi Selatan memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” tegasnya.(*)






