WAJO – Momentum Haul ke-29 AGH KH Abdurrahman Ambo Dalle di Ponpes Al Mubarak DDI Tobarakka, Siwa, Kabupaten Wajo, Ahad, 30 November 2025, menjadi sejarah baru bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam.
Di hadapan ribuan jamaah, Dr. H. Jamaruddin Bado S.Ag., M.Ag senior PP DDI Mangkoso sekaligus Kepala Kementerian Agama Kabupaten Enrekang resmi menerima gelar Profesor Honoris Causa (Prof. HC) dari Ketua Senat Guru Besar Universitas Islam Daud Fathani Thailand, AGH. Sayyid Prof. Dr. Agil Husaini Al Mahdaly, Lc., MA.
Jamaruddin Bado sebelumnya diketahui pernah menjabat selama 4 tahun 9 bulan mendampingi Anregurutta sebagai Kepala Kantor Kemenag Barru, bersinergi erat dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Pemerintah daerah. Kini, ia mewakafkan dirinya sepenuhnya untuk masyarakat Kabupaten Enrekang.

Dari Pangkep ke Enrekang
– Nama lengkap: Jamaruddin Bado, putra asal Kabupaten Pangkep.
– Alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso (MI, MTs, MA).
– Ketua PD DDI Kabupaten Barru.
– Lulusan S1, S2, dan S3 UIN Alauddin Makassar.
– Karier birokrasi: bertugas di Pangkep (2013–2021), Barru (2021–2025), kini di Enrekang (2025–sekarang).
Selain Jamaruddin, gelar Dr. HC juga dianugerahkan kepada:
– Ust. H. A. Yusuf A. Galigo, MA selaku Pimpinan Ponpes DDI Tobarakka Siwa Wajo.
– H. Ahmad Yahya, Lc., MA sebagai Pimpinan Ponpes DDI An Nuriyah Jeneponto.
Acara ini dihadiri jajaran elit DDI dan tokoh nasional diantaranya:
– Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar (Ketua Majelis Istisyary PB DDI).
– Ketua Umum PB DDI AG Prof. Dr. KH Andi Syamsul Bahri A. Galigo.
– Sekjen PB DDI AG Prof. Dr. Muhammad Suaib Tahir.
– Putra kandung AG KH Abdurrahman Ambo Dalle, AG Dr. Rasyid Ridha Ambo Dalle.
– Ulama internasional, Syekh Murtada Masud Achmed dari Al Azhar Kairo.
– Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso, AG Prof. Dr. KH Muhammad Faried Wadjedy.
– Pimpinan Ponpes Al Mubarak DDI Tobarakka, AG Andi Muhammad Yusuf Andi Galigo.
AG Prof. Muhammad Faried Wadjedy membuka acara dengan hikmah perjuangan dakwah AG KH Abdurrahman Ambo Dalle. Ia menegaskan, sepanjang hidupnya sang ulama karismatik tak pernah mengenal lelah dalam menegakkan dakwah.
Puncak acara ditutup dengan tausiyah penuh makna dari Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar, yang kembali dipercaya menyampaikan pesan spiritual dalam momentum bersejarah ini. (*)





