Parepare – Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan menggelar latihan gabungan Search and Rescue (SAR) bersama berbagai instansi dan relawan kebencanaan, Selasa, 30 Desember 2025.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan penanggulangan bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Sulsel.
Latihan melibatkan unsur Basarnas Posko Parepare, BPBD Parepare, Damkar Parepare, serta relawan kebencanaan, dengan fokus pada sinergi lintas instansi menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gempa bumi.
Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Ramli, menegaskan bahwa latihan gabungan ini merupakan wujud kesiapan personel menghadapi bencana baik di darat maupun perairan.
> “Latihan ini bukan hanya mengasah keterampilan dan teknik, tetapi juga memperkuat koordinasi antarinstansi agar lebih optimal dalam melaksanakan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Ramli menekankan pentingnya disiplin, keselamatan, serta pemanfaatan sarana prasarana latihan secara maksimal. Ia juga menyinggung kondisi terkini di Aceh dan Sumatera yang dilanda banjir bandang, di mana 100 personel Satbrimob Polda Sulsel, termasuk 31 dari Batalyon B, tengah bertugas di Aceh Timur untuk operasi kemanusiaan.
“Setiap personel Brimob, BPBD, Basarnas, dan Damkar harus profesional, percaya diri, serta siap fisik dan mental. Dengan berpedoman pada motto ‘Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan’, kita tegaskan bahwa tugas SAR adalah menyelamatkan jiwa manusia tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan,” tambahnya.
Dalam skenario latihan, personel melaksanakan simulasi evakuasi korban, pencarian dan penyelamatan, pendirian posko darurat, hingga penanganan korban luka. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan, serta siap memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.(*)





