PAREPARE – Sebanyak 172 Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportasi dijadwalkan tiba di tanah air melalui Pelabuhan Parepare pada 8 Desember 2025. Mereka dipulangkan menggunakan kapal KM Queen Soya setelah diberangkatkan dari Malaysia pada 6 Desember.
Koordinator P4MI Parepare, Laode Nur Slamet, mengungkapkan bahwa mayoritas deportan berasal dari wilayah Sulawesi Selatan. “Data yang kami himpun menunjukkan dominasi asal daerah dari Sulsel, dengan sebaran terbanyak dari Pinrang, Tana Toraja, Bulukumba, dan Soppeng,” jelasnya, Senin, 8 Desember 2025.
Sebaran Asal Daerah Deportan:
– Pinrang: 19 orang
– Tana Toraja (Tator): 19 orang
– Bulukumba: 17 orang
– Soppeng: 10 orang
– Bone: 7 orang
– Pangkep: 6 orang
– Lainnya: tersebar di lebih dari 30 kabupaten/kota, termasuk Kupang, Lembata, Majene, hingga Surabaya.
Total deportan asal Sulsel dan sekitarnya mencapai 120 orang, sisanya berasal dari NTT, Jawa, dan sejumlah daerah lain. ” 172 yang dideportasi, laki-laki sebanyak 127 orang, perempuan dewasa 19 orang, anak perempuan 12 orang, dan anak laki-laki 14 orang,”ujar Laode.
Laode menjelaskan, deportasi dilakukan akibat berbagai pelanggaran diantaranya, masuk secara ilegal sebanyak 74 orang, lahir di Sabah tanpa paspor 45 orang, paspor atau izin tinggal habis masa berlaku 32 orang, penyalahgunaan izin tinggal 8 orang, kasus narkoba (sabu) 11 orang, kepemilikan senjata tajam 1 orang dan perampokan 1 orang.
Fenomena deportasi ini kembali menyoroti kerentanan PMI ilegal di luar negeri, khususnya di Malaysia. Parepare menjadi titik penting pemulangan, sekaligus pintu masuk bagi ratusan warga yang harus kembali menghadapi realitas pahit di kampung halaman.(*)






