PAREPARE – Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah proyek pemerintah pusat yang tengah berjalan di Kota Parepare. Ia menilai banyak kejanggalan dalam pelaksanaan, bahkan menyebut kualitas pengerjaan jauh dari standar yang seharusnya.
Sorotan utama Hermanto tertuju pada proyek balai pompengan dengan anggaran sekitar Rp16 miliar. Menurutnya, produksi beton pracetak seharusnya dilakukan oleh WIKA sesuai standar, namun kenyataannya dikerjakan langsung oleh kontraktor.
“Saya lihat sendiri, itu retak-retak pinggirannya. Saya panggil konsultan, saya tanyakan di RAB K berapa ini, dijawab K 350. Beton sekelas itu tidak mungkin retak. Ternyata dicetak sendiri, dan itu salah,” tegas Hermanto, Jumat, 19 Desember 2025, diruang kerjanya.
Tak berhenti di situ, Hermanto juga menemukan penggunaan material lama yang sudah tersimpan 2–3 tahun tanpa terpakai. Ia menilai praktik ini merugikan publik dan hanya menguntungkan segelintir pihak.
“Bayangkan, keuntungan satu-dua orang dinikmati berkali lipat, sementara kualitas jelas tidak sesuai standar. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk proyek asal jadi,” ujarnya.
Hermanto menegaskan mulai pekan depan dirinya akan turun langsung memantau proyek-proyek di lapangan, termasuk pembangunan sekolah yang mendapat dana kelola. Ia mengingatkan agar dana pendidikan tidak disalahgunakan oleh kontraktor luar daerah.
“Dana kelola mestinya dikerjakan kepala sekolah sesuai kebutuhan pembangunan. Tapi ada kontraktor yang kebetulan tinggal dekat dari sekolah yang masuk. Ini harus diawasi, jangan sampai salah arah,” tandasnya.(*)





