PAREPARE – Angin puting beliung yang melanda Kota Parepare pada Jumat subuh membuat warga panik. Sejumlah rumah di tiga kelurahan mengalami kerusakan, bahkan atap rumah warga beterbangan hingga tersangkut di pohon kelapa dan mangga.
Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdi Gery, mengungkapkan hasil verifikasi sementara. Di Kelurahan Lumpue tercatat empat rumah terdampak, terdiri dari dua rusak berat, satu rusak ringan, dan satu rumah kosong yang sudah lapuk.
Sementara itu, di Kelurahan Cappa Galung terdapat satu rumah rusak berat, dan di Kelurahan Tiro Sompe tiga rumah rusak ringan. “Dua rumah paling parah ada di Lumpue dan Tiro Sompe. Atapnya terangkat angin puting beliung, bahkan ada yang tersangkut di pohon kelapa dan mangga,” jelas Rasdi.
Akibat kerusakan tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga maupun keluarga. BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal untuk menutup rumah yang tidak layak huni.
Meski sempat membuat warga panik, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. “Kejadiannya subuh, warga kaget. Tapi untuk sementara tidak ada korban jiwa. Kami masih terus melakukan asesmen lapangan,” tambah Rasdi.
BPBD Parepare juga masih meninjau lokasi lain di Ujung Bulu dan Bukit Indah. Laporan resmi dari masing-masing lurah akan segera diproses untuk pengajuan Belanja Tidak Terduga (BTT).
Terpisah, Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menegaskan agar pemerintah kota segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Ia menekankan, bencana tidak bisa diprediksi sehingga pemerintah tidak boleh tinggal diam.
“Karena bencana kita tidak tahu kapan datang, pemerintah harus cepat bergerak. Ada anggaran BTT yang bisa digunakan untuk kebutuhan warga terdampak,” ujarnya, Jumat, 19 Desember 2025, diruang kerjanya.
Menurut Hermanto, masyarakat saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat seperti terpal. Karena itu, lurah, camat, dan seluruh stakeholder terkait termasuk BPBD harus segera turun ke lapangan.
“Kalau masyarakat kena bencana hari ini, maka pemerintah juga harus turun hari ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kepala daerah tidak meninggalkan wilayah selama masa siaga bencana. “Wali kota, bupati, maupun DPR harus tetap berada di daerahnya. Kepala daerah yang harus menginstruksikan langsung aparatnya untuk bergerak cepat,” katanya.
Pemerintah Kota Parepare melalui BPBD telah memetakan titik-titik rawan bencana, khususnya di pesisir pantai. Kondisi angin kencang pada malam hari disebut berpotensi menimbulkan dampak bagi warga di kawasan tersebut. (*)





