JAKARTA– Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menekankan perlunya pemerintah menata ulang program pembangunan agar fokus pada prioritas yang benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan Kalla usai berdiskusi dengan sejumlah ekonom di Jakarta Selatan, Minggu 8 Maret 2026, malam tadi.
Menurut Kalla, kondisi fiskal yang tidak seimbang menuntut pemerintah untuk mengurangi pengeluaran yang kurang produktif dan memilih skema pembiayaan yang berdampak langsung pada kemajuan negara serta kesejahteraan masyarakat.

“Solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat, serta bagaimana meningkatkan penerimaan negara,” ujarnya.
Ia menilai berbagai program pemerintah memang penting, seperti makan bergizi gratis (MBG), pengadaan alutsista, hingga penguatan koperasi. Namun, Kalla menegaskan perlunya menentukan mana yang paling mendesak. “MBG penting, beli alutsista penting, koperasi penting. Tapi ada yang lebih penting ” jelasnya.
Kalla menekankan bahwa prioritas harus diberikan pada program produktif yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki kondisi masyarakat.
“Harus memilih prioritas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik untuk negeri ini dan memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, program-program lain tetap diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan waktu dan kondisi fiskal negara. “Bukan berarti itu tidak penting, itu perlu, tapi ada waktunya. Yang paling penting saat ini adalah memilih prioritas terbaik,” tutup Kalla.(*)






