Sinergi Kementerian Ekraf Hadirkan Kuliah Ramadan Mahir Digital, Dorong Anak Muda Kembangkan Aset Digital

JAKARTA – Sinergi strategis Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dengan Mahir Digital menghadirkan KURMA 2.0 atau Kuliah Ramadan Mahir Digital 2.0 yang menjadi ruang pembelajaran sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk memanfaatkan peluang ekonomi dan punya keberanian berinovasi di era teknologi. Wamen Ekraf Irene Umar menilai momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat sekaligus berbagi kebaikan dengan edukasi atau literasi digital yang memberi kenyamanan bersama.

“Indonesia memiliki  market paling besar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Lewat platform Mahir Digital, kita bisa menjangkau pasar global yang lebih luas. Oleh karena itu, penting mengenal platform yang tepat untuk belajar tentang aset digital dan memahami karakter pasar yang dituju. KURMA 2.0 menunjukkan kolaborasi serta adaptasi dengan memanfaatkan teknologi bisa meningkatkan kapasitas diri di tengah Ramadan ini,” ungkap Wamen Ekraf Irene saat menyampaikan paparan dalam KURMA 2.0 di Menara 165, Cilandak, Jakarta pada Minggu, 8 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Acara KURMA 2.0 menjadi ajang silaturahmi dan diskusi inspiratif yang menjaring hampir 250 profesional serta perwakilan komunitas dari industri kreatif yang berfokus pada digital marketing. Beberapa di antaranya sudah menjadi member dari Platform Mahir Digital yang telah memberikan bimbingan rutin: kelas offline, online, dan konsultasi harian hingga kurikulum terstruktur dengan 14 bab serta lebih dari 70 konten video pembelajaran yang mencakup topik mindset, riset produk, traffic, persiapan iklan digital, hingga masih banyak materi digital bisnis lain.

Selain itu Wamen Ekraf Irene menyebut Platform Mahir Digital sejalan dengan Program Gen Matic yang diinisiasi Kementerian Ekraf sebagai program unggulan yang bertujuan meningkatkan kompetensi generasi muda dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital sebagai affiliator dan kreator konten profesional melalui pelatihan berbasis industri kreatif.

“KURMA 2.0 berfokus pada penguatan literasi digital, pengembangan kewirausahaan digital, serta pemberdayaan komunitas melalui pemanfaatan teknologi. Ketiga aspek tersebut sangat relevan dengan upaya kenyamanan bersama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga membuka kesempatan terbuka yang luas di era digital,” imbuh Wamen Ekraf Irene.

Wamen Ekraf Irene juga meyakini bagi generasi muda yang paham teknologi, maka bisa menghasilkan cuan dari rumah asalkan produktif. Sebab era digital bukan tentang seberapa lama individu berkecimpung dalam bisnis, tapi seberapa yakin mereka yang mau belajar dan beradaptasi dengan teknologi.

“Ketika seseorang mampu menciptakan digital asset, karya tersebut bisa dibeli berkali-kali oleh banyak orang dan berpotensi menghasilkan passive income,” tambah Wamen Ekraf Irene.

Potensi kolaborasi antara Mahir Digital dan Program Gen Matic pun bisa dimulai dalam bentuk pelatihan bersama, pendampingan bisnis, hingga mentoring bagi para peserta program. Dengan jaringan yang luas serta keahlian yang dimiliki, maka akan menciptakan dampak yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

“Jadi, Kuliah Ramadan Mahir Digital ini adalah offline class spesial Mahir Digital di bulan Ramadan. Bedanya ini terbuka buat umum, tak hanya member saja. Dalam KURMA 2.0 juga tidak cuma belajar, tetapi ada buka puasa dan tarawih bareng sirkel yang sefrekuensi. Ini menjadi tempat di mana kita bisa belajar dari expertise, maupun praktisi bisnis dan digital marketing,” tutur Fahmi Auditya selaku Founder Mahir Digital.

Kegiatan Kuliah Ramadan Mahir Digital diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga melahirkan komunitas yang terus berkembang dan saling mendukung dalam membangun usaha era digital. Para peserta didorong untuk berani memulai, bereksperimen, serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk merefleksikan tujuan hidup dan karya yang berdampak bagi masyarakat.

“Keseruan lain KURMA 2.0 tak hanya mendapat materi dan insight baru, tetapi juga dapat transferan energi dari member-member Mahir Digital yang sudah berhasil pecah telur sampai menghasilkan ratusan juta selama mereka belajar di Mahir Digital. Buat yang baru mau belajar digital marketing atau jualan online, ini waktu yang tepat untuk contek langsung rumus keberhasilan dari praktisi atau expertise digital berpengalaman,” lanjut Fahmi Auditya.

Acara KURMA 2.0 lebih semarak dengan rangkaian kegiatan berfaedah seperti sharing session yang membahas business mentality, the power of winning organic marketing, unlock powerful belief before sales, dan banyak agenda menarik yang menyediakan wawasan strategis untuk inovasi dan kolaborasi.(*)

 

Pos terkait