Komunitas Burem Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Lumpue

Komunitas Ibu-Ibu Rempong (Burem)

PAREPARE– Komunitas Ibu-Ibu Rempong (Burem) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jumat, 24 April 2025.

Burem yang merupakan bagian dari AFU Community ini dibina langsung oleh Ketua PKB Parepare sekaligus Anggota DPRD Kota Parepare, Andi Fudail. Kehadiran mereka di lokasi musibah menjadi bukti nyata bahwa solidaritas warga tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam aksi.

Bacaan Lainnya

Ketua Burem, Hamliani, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini adalah langkah positif untuk meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan. “Diharapkan bantuan tersebut dapat tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Fudail mengapresiasi kerja tim Burem yang konsisten hadir setiap kali terjadi musibah di Parepare. “Setiap ada musibah, mereka selalu meluangkan waktu untuk membantu sesama,” katanya.

Musibah kebakaran yang melatarbelakangi aksi sosial ini terjadi pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Matalie, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Dua rumah warga hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh tindakan seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membakar rumah tersebut. Kejadian itu menimbulkan kepanikan warga sekitar dan menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban.

Bantuan yang disalurkan Burem berupa kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, dan perlengkapan harian, menjadi penguat semangat bagi para korban untuk bangkit kembali. Kehadiran komunitas ini di tengah warga Lumpue menegaskan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan relevan di masyarakat Parepare.

Di balik aksi sosial ini, muncul pula harapan agar pemerintah daerah nantinya lebih sigap dalam penanganan bencana. Kehadiran komunitas seperti Burem seakan mengisi celah yang sering kali ditinggalkan oleh aparat resmi. Solidaritas warga menjadi alarm moral bahwa musibah tidak boleh hanya ditanggapi dengan seremonial, melainkan dengan aksi nyata yang menyentuh kebutuhan korban.(rls/*)

Pos terkait