Divif 3 Kostrad Bagikan Sapi Kurban dan Sembako untuk Warga Tompobulu Maros

Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, saat menyerahkan sapi kurban pada warga dusun Tala-tala

MAROS — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, prajurit Divisi Infanteri 3 Kostrad menggelar bakti sosial dengan menyerahkan satu ekor sapi kurban dan 150 paket sembako kepada masyarakat di Dusun Tala-tala, Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, di sela latihan prajurit Batalyon Infanteri 433 Divif 3 Kostrad.

Bacaan Lainnya

Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat.

“Pada intinya TNI itu dari rakyat, TNI harus bisa bersama rakyat dan moment seperti ini memang harus kita tingkatkan terus. Nanti ada peringatan idul adha dan alangkah baiknya apabila kita bersama masyarakat disini bisa berbagi, jadi kita siapkan satu ekor sapi yang bisa dimanfaatkan masyarakat disini,” terangnya, pada selasa (26/5/2026).

Sapi kurban jenis limosin dengan bobot sekitar 140 kilogram itu nantinya akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat setempat.

“Itu bobotnya sekitar 140 kilo, jadi cukup bagi saya kita bisa berbagi dengan mereka, dan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain menyerahkan sapi kurban, Divif 3 Kostrad juga membagikan 150 paket sembako berisi kebutuhan pokok kepada warga di wilayah tersebut.

“Selain sapi, kita juga berikan sembako, bahan bahan pokok yang mungkin di butuhkan masyarakat di wilayah ini. Jadi ini merupakan bakti sosial khususnya dari batalion 433 yang merupakan jajaran dari divisi infanteri 3 kostrad untuk kita bisa menyatukan diri dengan masyarakat,” bebernya.

Di sela kegiatan bakti sosial, prajurit dari batalion 433 Divif 3 Kostrad juga melaksanakan latihan rutin pembinaan satuan guna meningkatkan kesiapan operasional dan kemampuan tempur prajurit.

Menurut Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, latihan secara berkesinambungan penting dilakukan agar setiap prajurit Kostrad selalu siap menjalankan tugas di berbagai wilayah dan situasi.

“Tujuan latihan dari kita disini, kostrad khususnya itu merupakan satuan yang harus siap untuk melaksanakan tugas dimanapun dan kapanpun. Sehingga setiap insan prajurit Kostrad harus dilatih secara terus menerus, dan hari ini saya bersama pasukan saya dari batalion 433 melaksanakan kegiatan di dalam satuan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan mereka dan jangan sampai hal-hal dasar terkait tugas tempur itu berkurang jadi kita harus tetap tingkatkan,” katanya.

Ia berharap hubungan harmonis antara prajurit dan masyarakat terus terjalin melalui berbagai kegiatan sosial maupun latihan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pertahanan negara yang kuat tidak hanya dibangun melalui senjata dan latihan, tetapi juga lewat kedekatan emosional antara TNI dan rakyat.

“Adanya latihan ini kami berharap kami bisa lebih diterima lagi. Masyarakat dengan kami lebih solid lagi, kami membutuhkan masyarakat lebih dari apapun, kami tidak bisa bertempur sendirian, kami pasti dibantu oleh masyarakat. Ini bukti tapi hanya bagian kecil, sebagian besar itu pada saat kami melaksanakan tugas operasi, disana kita bisa buktikan makna dari latihan ini ditengah masyarakat, kami dibantu oleh masyarakat dimanapun,” pungkasnya.

Pos terkait