Kemenpar–Kemensos Sepakat Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Menteri Sosial menandatangani Kesepahaman Bersama

BANDUNG— Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Sosial (Kemensos) menandatangani Kesepahaman Bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan pariwisata dan kesejahteraan sosial. Fokus utama kerja sama ini adalah perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Menpar Widiyanti menegaskan, “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama membangun manusia Indonesia yang unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa.”

Ruang Lingkup Kerja Sama:

– Pemanfaatan lahan milik Kemenpar seluas 70.100 m² di Kampus Poltekpar NHI Bandung untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
– 50.100 m² dialokasikan untuk sarana prasarana pendidikan, sementara 20.000 m² untuk fasilitas olahraga dan aula serbaguna.
– Kurikulum pariwisata akan diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat sebagai bekal keterampilan praktis.

Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sistem pendidikan berasrama ini mengusung empat pilar pembentukan karakter, kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan. Program diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus menyiapkan tenaga profesional di sektor pariwisata.

Mensos Saifullah Yusuf menekankan pentingnya Sekolah Rakyat sebagai strategi mengurangi kesenjangan sosial. Data menunjukkan hampir 4 juta anak usia sekolah masih belum bersekolah atau berpotensi putus sekolah.

“Presiden memberikan atensi khusus kepada keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu strateginya adalah menghadirkan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten/kota. Lulusan diarahkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun jalur pekerja terampil, termasuk ke Politeknik Pariwisata dengan alokasi beasiswa 20 persen dari Kemenpar.

Kerja sama ini juga mencakup sinkronisasi program Sekolah Rakyat dengan pengembangan desa wisata, penguatan kurikulum sadar wisata, serta pertukaran data dan informasi sesuai regulasi.

Sinergi lintas kementerian diharapkan memperluas kesempatan pendidikan sekaligus menyiapkan SDM pariwisata yang terampil, berkarakter, dan sadar potensi lokal.

“Pariwisata yang berkualitas adalah pariwisata yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” tegas Menpar Widiyanti.

Acara turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Kemenpar Bayu Aji, Deputi SDM dan Kelembagaan Martini Mohamad Paham, serta Direktur Poltekpar NHI Bandung Anwari Masatip.

Pos terkait