TANA TORAJA – Kabar duka menyelimuti Toraja. Mantan Bupati Tana Toraja periode 2016–2021, Ir. Nicodemus Biringkanae, atau yang akrab disapa Bung Niko, meninggal dunia pada usia 70 tahun setelah berjuang melawan penyakit diabetes.
Ia sempat dirawat di RS Elim Rantepao sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa 11 Agustus 2026, dini hari. Kepergian Bung Niko seketika mengguncang ruang publik Toraja.
Sosok yang dikenal tegas sekaligus mengayomi ini meninggalkan jejak panjang dalam birokrasi dan pemerintahan, serta statemen ikonik yang terus dikenang: “Jangan biarkan rakyatku LAPAR, jangan biarkan rakyatku SAKIT, jangan biarkan rakyatku BODOH.”
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menyebut kepergian Nicodemus sebagai kehilangan besar. “Beliau sosok yang baik dan tegas, Toraja sangat kehilangan,” ujarnya.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menambahkan bahwa Bung Niko bukan sekadar mantan pemimpin daerah, melainkan figur bapak yang menginspirasi. “Semua masyarakat Toraja merasakan dukacita mendalam. Beliau adalah sosok Bapak yang mengayomi,” katanya.
Politikus Toraja, Kristian HP Lambe, juga menyampaikan rasa kehilangan.
“Saya kaget dapat kabar subuh ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah, kiranya Tuhan memberikan penghiburan sejati,” ungkapnya.
Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka Kecamatan Rembon, Tana Toraja. Bung Niko meninggalkan rekam jejak birokrasi yang panjang: pernah menjabat Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sulsel (2007–2010), serta berbagai posisi penting di Dinas PU dan Bappeda Tana Toraja sejak 1989.
Pendidikan formalnya ditempuh dari SD Kampung Parappo, SLTP Makale, SLTA Makale, hingga meraih gelar sarjana di Universitas Hasanuddin pada 1985.
Kepergian Bung Niko bukan hanya kehilangan seorang mantan bupati, tetapi juga hilangnya figur teladan yang selalu menekankan pentingnya rakyat tidak lapar, tidak sakit, dan tidak bodoh. Warisan kepemimpinannya akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Toraja.






