Pemkab Maros Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Bupati Maros Chaidir Syam (kiri) bersama Sekda Maros Andi Davied Syamsuddin (kanan), menyalurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, Selasa (11/8/2026).

MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk 6.738 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.

Sebanyak 16 mobil tangki disiapkan setiap hari untuk mendistribusikan air secara bergilir ke delapan kecamatan yang masuk wilayah rawan krisis air bersih.

Bacaan Lainnya

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan, penyaluran diprioritaskan ke empat kecamatan yang masuk zona merah dan empat kecamatan zona kuning.

“Alhamdulillah hari ini kita melepas bantuan air bersih. Targetnya menjangkau 6.738 KK yang terdampak kekeringan,” kata Chaidir Syam saat ditemui di Lapangan Pallangtikang usai melepas armada air bersih, Selasa (11/8/2026).

Empat kecamatan yang masuk zona merah yakni Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru. Sementara zona kuning meliputi Turikale, Moncongloe, Tanralili, dan Mandai.

Chaidir mengatakan, distribusi air bersih akan dilakukan secara berkelanjutan selama kondisi kekeringan belum kembali normal.

“Kita berkolaborasi agar penyaluran air bersih ini berjalan maksimal. Selama kondisi belum normal, distribusi akan terus dilakukan,” ujarnya.

Selain menangani krisis air bersih, Pemkab Maros juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kemarau panjang di sektor pertanian dan lingkungan.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) kekeringan untuk mendata lahan terdampak hingga potensi puso. Data tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Pemkab Maros juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Satu unit mobil pemadam kebakaran disiagakan setiap hari untuk melakukan penyiraman dan mencegah munculnya titik api.

“Kami juga mengantisipasi potensi kebakaran di TPA dengan menyiagakan satu mobil pemadam yang melakukan penyiraman setiap hari,” tutup Chaidir.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan Pemkab Maros telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp600 juta untuk mendukung operasional distribusi air bersih.

Anggaran tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dapat ditambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

“Tidak menutup kemungkinan anggaran akan ditambah sesuai kebutuhan. Kita berharap kondisi segera membaik, tetapi pemerintah tetap siap mengantisipasi jika kekeringan berlanjut,” pungkasnya.

Pos terkait