Usai Kunker, 22 Anggota Dewan Polman Jalani Pemeriksaan Suhu Tubuh, Ada yang Diobservasi Mandiri

KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Sebanyak 22 orang anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan termo scan, Selasa 24 Maret, di ruang Komisi I Gedung DPRD Polman. Pemeriksaan dilakukan setelah diketahui dan memastikan 22 orang wakil rakyat tersebut bebas dari penularan virus korona Coovid-19.

Pasalnya mereka baru saja datang  melakukan kunjungan kerja ditengah merebaknya wabah virus korona di Jakarta dan Kalimantan. Ketua DPRD Polman, Jufri Mahmud menyampaikan, pemeriksaan ini sebagai bentuk antisipasi atau menjaga kewaspadaan secara dini terkait merebaknya wabah virus corona.

Bacaan Lainnya

Selain 22 anggota DPRD, 5 orang staf Sekretariat DPRD juga ikut diperiksa karena ikut mendampingi kunjungan kerja diluar daerah.  “Yang diperiksa ini ada 22 orang anggota dewan dan 5 staf yang baru saja melaksanakan kunjungan kerja ke Ibu Kota Jakarta dan Kota Samarinda, Kalimantan. Kita lakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk memastikan semuanya baik-baik saja,”ujar Jufri Mahmud.

Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, kata Jufri, seluruh anggota DPRD dan staf DPRD dinyatakan sehat semua oleh tim medis Dinas Kesehatan dan 1 dokter umum yang melakukan pemeriksaan kesehatan,”jelasnya. Pemeriksaan kembali akan dilaksanakan, Kamis 26 Maret, dimana ada 23 anggota dewan masih berada diluar wilayah melakukan kegiatan serupa. “Selanjutnya ada 23 anggota dewan juga akan diperiksa, usai melakukan kunker dan dijadwalkan hari Kamis, lusa,”ungkapnya.

Sehari sebelumnya, Ketua DPRD Polman secara pribadi menyambangi RSUD Polewali untuk membagikan 6O botol berisikan cairan handsanitizer bagi perawat dan dokter di IG. Petugas kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan virus korona yang sangat rentan terpapar virus covid-19. Bukan hanya itu, Ketua DPRD juga menyambangi Puskesmas Pekkabata , Wonomulyo dan Campalagian guna membagikan 10 botol handsanitizer ukuran saku pada tiap puskesmas.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinkes Polman dr Andi Emy Purnama Natsir mengatakan, sejauh ini hasil pemeriksaan terhadap anggota dewan hasilnya aman atau sehat. Namun ada beberapa anggota dewan yang harus di observasi mandiri karena baru saja datang dari luar kota
melaksanakan kunker. ” Kami intruksikan selama 14 hari masa observasi , kesehatannya tetap dipantau di rumah , dengan tetap jaga jarak , memakai masker. Karena pada Covid -19 biasanya banyak yang belum bergejala tapi sudah mengeluarkan virus, ini yang kita takutkan,”kata dr.Emy .

Jadi selama 14 hari tetap dilakukan masa observasi mandiri , tidak boleh kontak langsung dengan orang lain , sosial distancing , dan menggunakan masker.
Sedang untuk Alat Pelindung Diri ( APD ), pihaknya telah mengajukan usulan anggaran ke DPRD , dan pihaknya telah memesan APD tapi masih sangat terbatas hanya 5 set yang didapat dari distributor karena keberadaan APD langkah sejak Covid -19 mewabah dan pihak distributor melihat data daerah yang lebih memerlukan APD untuk menangani Covid -19.(win)

Pos terkait