Wajo Perketat Prokes, Legislator hingga Kades Positif

KILASSULAWESI.COM,WAJO– Penyebaran Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda berakhir di Kabupaten Wajo. Malahan, kasus baru terus bermunculan. Kasus konfirmasi (positif) menimpa legislator dan kepala desa.

Untuk itu masyarakat diminta tetap patuhi prokes.  Hingga Jumat 20 November, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo mencatat sudah ada 245 kasus. Meski sebelumnya sempat masuk dalam kategori zona hijau, namun kasus-kasus baru terus muncul.

Bacaan Lainnya

Dari 14 kecamatan di Bumi Lamaddukelleng, tak ada lagi kecamatan yang nol kasus Covid-19. Selama pekan ini, lonjakan kasus tersebut cukup signifikan. Ada 13 tambahan kasus.

Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi, mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas.

“Kita terus mengimbau agar masyarakat senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Seperti, memakai masker saat beraktivitas, senantiasa menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.

Sebab katanya, virus corona tak memandang bulu. Di Kabupaten Wajo, sepekan ini sudah ada dua legislator dan satu kepala desa yang berasal dari Kecamatan Majauleng yang terjangkit virus yang telah menewaskan satu juta lebih manusia di muka bumi.

“Kemarin ada kepala desa yang terjangkit, ada juga legislator, ada ASN dan juga tenaga kesehatan kita. Olehnya diimbau agar masyarakat mematuhi prokes,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Sutra ini adalah dengan menggalakkan operasi yustisi. Masyarakat yang kedapatan tak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dikenakan sanksi, baik berupa denda administratif maupun sanksi sosial.

Rincian kasus Covid-19 di Kabupaten Wajo sendiri yakni, 7 orang dirawat, 37 orang menjalani isolasi, 3 orang telah meninggal dunia, dan 198 telah dinyatakan sembuh.

Sebarannya, 116 orang di Tempe, 43 orang di Tanasitolo, 17 orang di Pammana, 20 orang di Pitumpanua, 11 orang di Belawa. 7 orang di Maniangpajo, 7 orang di Sabbangparu, 5 orang di Gilireng, 5 orang di Majauleng, 4 orang di Penrang, 4 orang di Takkalalla, 3 orang di Keera, 2 orang di Bola, dan 1 orang di Sajoanging. (*/ade)

Pos terkait