PAREPARE, KILASSULAWESI– GM PT Putra Sukses Baratama, Erwani Djafar Amd SE menuturkan, sebanyak 5.400 Metrik Ton (MT) batu bara akan melakukan bongkar muat, Senin 23 Mei 2022 di Pelabuhan Cappa Ujung, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Terkait aktivitas tersebut pihaknya berharap dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala berarti.
Erwani Djafar menjelaskan, kurang lebih 5.400 MT batu bara itu akan diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan PT Biota Laut Ganggang (BLG) di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Terkait proses bongkar muat tersebut, lanjut Erwani Djafar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Parepare dan KSOP. ” Iya, kami sudah membahas dengan pihak DLH, Dishub, dan PU mewakili pemerintah kota. Jadi persoalan internal tersebut tentunya sudah dikoordinasikan. Selain pihak pemerintah kota, juga sudah berkoordinasi dengan KSOP,” jelasnya, Minggu 22 Mei 2022, malam tadi.
Ernawati mengakui, berbagai langkah akan dilakukannya, terlebih ini untuk yang kedua kalinya sejak November 2021 lalu. ” Terkait antisipasi pencemaran debu batu bara, mobil angkutan akan ditutupi terpal. Sedangkan mengingat ini memasuki musim kemarau, jalan yang akan dilalui akan disiram, agar debu tidak beterbangan”ungkapnya.
Kepala KSOP Parepare, Triono S.Pel.MM membenarkan rencana kedatangan angkutan batu bara dari pulau kalimantan ke Pelabuhan Cappa Ujung. ” Iya, besok akan tiba di Pelabuhan Cappa Ujung,”jelasnya. Terkait perizinan berkasnya, lanjut Triono, itu melalui sistem Inaportnet yakni sistem layanan tunggal secara elektronik berbasis internet.
Inaportnet itu sendiri adalah untuk pelayanan kapal dan barang, yang meliputi kapal masuk, kapal pindah, kapal keluar, perpanjangan tambat dan pembatalan pelayanan. Penerapan Inaportnet pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dilakukan sesuai tugas, fungsi, kewenangan dan tanggung jawab dari setiap instansi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait di pelabuhan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ” Jadi biar tidak bertemu lagi dengan pihak-pihak terkait, karena sudah berbasis internet. Sistem itu tidak akan berjalan jika tidak lengkap,”bebernya.
Harus dipahami, pelabuhan cappa ujung itu sudah sangat memadai untuk lalu lintas barang dan energi, dan sangat dibutuhkan untuk mendukung kemajuan ekonomi suatu daerah. Keberadaannya sudah multipurpose, jadi barang lain-lain itu sudah bisa dibongkar di Pelabuhan Cappa Ujung selain aktivitas bongkar muat selama ini yakni beras. ” Bongkar muat batu bara sendiri dilakukan secara truck losing. Artinya membongkar barang dari dan ke kapal langsung dimuat ke armada angkutan untuk kemudian dibawa keluar areal pelabuhan tanpa ditumpuk dilapangan atau gudang,”tutupnya. Sebagai informasi, untuk perusahaan bongkar muat (PBM) dilakukan oleh PT Bojang Mandiri dan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) oleh PT.Llyono Transportasi Logistik.(*)






