Klarifikasi Tudingan WBP Lakukan Kekerasan, Andi Amelia akan Adukan ke Polisi

Tim Lapas Kota Parepare saat meminta keterangan dari kedua pasangan suami istri yang diberitakan tak sedap atas aksi kekerasan

PAREPARE, KILASSULAWESI- Andi Amelia istri dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial SP akhirnya bicara ke publik dan memberikan klarifikasi terhadap berita tentang dirinya. Ibu satu anak ini memberikan keterangan atas pemberitaan salah satu media yang memojokan, atas suami sirinya SP.

Dimana diketahui, SP sebagai warga binaan mendapatkan asimilasi dari Lembaga Pemasyarakatan Kota Parepare. Andi Amelia yang kesehariannya berjualan gorengan itu menuturkan, pemberitaan disalah satu media online itu tidak benar. Bahkan, dirinya tidak pernah bertemu dengan pihak-pihak yang memberitakan hal itu. ” Saya bingung pak, kenapa ada berita begitu. Tidak pernah ada yang wawancara, apa lagi bertemu. Tidak ada sama sekali pemukulan yang dilakukan suami saya, dan pertemuan kami cuma 5 menit,”katanya, saat ditemui disela menjenguk suaminya SP, Sabtu 25 Juni 2022.

Bacaan Lainnya

Dengan rasa sedih, lanjut Andi Amelia, suaminya hanya datang melihatnya. ” Kalau memukul atau menampar tidak ada sama sekali, yang benar hanya mengelus pipinya karena kerinduan,”ungkapnya. Dirinya mengaku, pemberitaan itu sangat menyudutkan dirinya bersama keluarganya. ” Bapak liat ada tidak bekas kekerasaan di wajah saya, entah apa dibenak yang memberikan informasi tidak benar tersebut. Sekali lagi tidak ada kekerasaan,”ungkapnya, sambil merangkul suaminya.

Dia pun berencana akan melaporkan kasus pencemaran nama baiknya bersama suaminya itu ke Mapolres Parepare.” Senin saya akan lapor ke polisi, mengenai berita itu,”tuturnya. Senada diungkapkan, SP yang pada bulan Juli akan dinyatakan bebas. Saat ini dirinya mendapatkan asimilasi dari Lapas. Terkait dirinya bisa berada jauh dari lingkungan Lapas, itu dikarenakan membantu salah satu petugas untuk mengantar perbaikan alat print yang rusak ke Jalan Bau Massepe.

” Saya temani pegawai disini untuk memperbaiki print yang rusak, setelah kita pulang saya melihat kantin milik mertua terbuka. Saya mampir hanya lima menit disitu, sambil dipantau oleh petugas yang saya temani. Saat akan pulang saya mengelus pipi istri, bukan menampar. Jadi berita yang ada itu tidak benar,”bebernya.

Salah satu petugas Lapas Parepare, Kirman yang mendampingi SP membenarkan pula jika tidak ada kejadian tindak kekerasan pada Senin 20 Juli 2022 seperti yang diberitakan. Kirman mengaku heran dengan adanya berita tersebut. ” Saya mengajak SP untuk menemani memperbaiki mesin print. Ajakan itu untuk membantu saya, apa lagi SP mendapat asimilasi. Pertemuan dengan istrinya cuma sebentar dan tidak ada kejadian seperti yang diberitakan,”tutupnya. (*)

Pos terkait