Penghargaan UNESCO Global Geopark, Pj Gubernur Sulsel: Pembodohan Watak Barat

MAKASSAR, KILASSULAWESI– Penetapan empat situs geopark Indonesia ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGG), dimana salah satunya adalah Geoparks Maros Pangkep dinilai sebuah pembodohan. Hal itu ditegaskan Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin terkait penetapan kawasan wisata Maros Pangkep yang mendapat sertifikat dan berstatus UNESCO Global Geopark. ” Aneh, diberi penghargaan tapi tidak disertai dengan dana untuk menjaga alam. Mulailah kerja nyata jangan cuma mengecek Indonesia atau Sulsel dari langit. Sulsel itu kehidupannya laut,” kata Bahtiar dalam acara Leadership Summit 2023 di Hotel Claro, Senin, 27 November 2023.

UNESCO menetapkan Geopark Maros Pangkep berdasarkan keputusan yang diambil pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis pada 24 Mei 2023 lalu. Mantan Kepala Biro Humas Kemendagri itu mengatakan, jika penghargaan tersebut diberikan saat dirinya sudah menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel. Maka, semestinya harus disertai dengan dana dari UNESCO. ” Piagam jaga alam, baru tidak kasi kita duit untuk menjaganya,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, dalam kompetisi dunia, jangan semudah mau dibodoh-bodohi oleh watak orang barat. Harus bisa memastikan apa yang dia berikan.
“Jadi itu kompetisi cara barat menjajah kita makanya ada namanya revolusi mental. Mental kita di revolusi, jangan mau dibodoh-bodohi hanya dengan satu ikat,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Muhammad Arafah membenarkan bahwa Geopark Maros-Pangkep harusnya mendapat dukungan anggaran dari UNESCO.
“Memang kita ingin mendorong GM Geopark Maros-Pangkep itu berjuang agar ada anggaran dari UNESCO terkait pengembangan Geopark ini, sependapat dengan apa yang disampaikan pak Pj gubernur,” bebernya.

Olehnya itu, Muhammad Arafah mengatakan saat ini pihaknya masih intens melakukan koordinasi dengan pengelola Geopark Maros Pangkep dan Kementerian Pariwisata. Guna mendapat dukungan anggaran setelah ditetapkan status UNESCO Global Geopark. “Disamping itu kita berharap MoU dengan kita itu. Kalau penghargaan kita bersyukur tapi apa yang kita dapat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan resminya mengatakan, legitimasi dari UNESCO ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya terhadap keberlanjutan pelestarian potensi (keanekaragaman hayati dan keragaman budaya) yang ada di dalam masing-masing geopark.

“Sekaligus sebagai sarana promosi yang efektif sehingga dapat menambah minat wisatawan, tidak hanya nusantara tapi juga mancanegara. Sehingga pada akhirnya akan memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga, Kamis, 25 Mei 2023.

UNESCO Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis di mana situs dan lanskap yang menjadi aset geologis internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu. Taman Bumi (geopark) yang mendapat pengakuan UNESCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

Menparekraf Sandiaga mengatakan akan all out mendorong promosi baik di keempat geopark yang baru saja ditetapkan dalam jaringan UGG ataupun enam geopark yang sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan agar semakin dikenal dan menarik minat wisatawan.

Termasuk melakukan pendampingan dan pelatihan dalam penguatan SDM guna memastikan agar keragaman yang ada di dalam geopark tetap terjaga. Selain itu juga memastikan geopark sebagai wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu yang dikembangkan dengan tiga pilar utama yakni konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal. (*)

Pos terkait